Berita IAI

IAI Siapkan Profesi Akuntan Hadapi Era AI dan Keberlanjutan melalui Kongres XV dan Renstra 2026–2030

14 Agustus 2026 - Kongres XV



Jakarta, 13 Agustus 2026 – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menegaskan komitmennya untuk memperkuat profesi akuntan sebagai pilar tata kelola, pembangunan ekonomi, dan keberlanjutan melalui penyelenggaraan webinar Road to Kongres XV IAI bertajuk "Advancing the Accountancy Profession for the Future: 15th IAI Congress & Strategic Plan 2026–2030".


Webinar ini merupakan rangkaian menuju Kongres XV IAI yang akan diselenggarakan pada 2–3 Desember 2026, sekaligus menjadi forum untuk mensosialisasikan agenda Kongres dan menghimpun aspirasi anggota dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) IAI 2026–2030. Materi yang disampaikan mencakup mekanisme Kongres, arah strategis organisasi, penguatan etika profesi, pengembangan talenta, hingga transformasi peran akuntan di era kecerdasan artifisial (AI).

Webinar seri kedua ini menampilkan narasumber Ketua Tim Pekerja Kongres, Arief Tri Hardiyanto, dan Anggota Tim Pekerja, Permana Adi Saputra, Jumadi Anggana, Syaiful Rahman Soenaria, dan Ilauddin Sopian, dengan moderator Direktur Eksekutif IAI Elly Zarni Husin. Pada webinar ini, lebih dari 1.300 anggota IAI dari seluruh Indonesia terdaftar sebagai peserta, yang diselenggarakan secara hybrid di Grha Akuntan, Jakarta dan online zoom, serta lebih dari 1.400 peserta mengikut dari channel Youtube IAI.

Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Ardan Adiperdana, menegaskan bahwa Kongres XV bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum menentukan arah masa depan profesi akuntan Indonesia. "Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan artificial intelligence, integritas, profesionalisme, dan professional judgement tetap menjadi keunggulan utama profesi akuntan. Karena itu, kita harus terus memperkuat kompetensi, etika, kemampuan beradaptasi, dan semangat pembelajaran sepanjang hayat," ujar Ardan.

Ardan juga menegaskan bahwa Chartered Accountant (CA) Indonesia merupakan identitas profesional yang mencerminkan kualitas, integritas, akuntabilitas, dan komitmen terhadap pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Renstra 2026–2030: Membangun IAI yang Tangguh

Dalam webinar seri kedua Road to Kongres XV IAI, Ketua Tim Pekerja Kongres XV IAI memaparkan bahwa Renstra IAI 2026–2030 mengusung tema "IAI Tangguh, Memimpin Ekosistem Keuangan dan Keberlanjutan." Penyusunannya dilakukan secara partisipatif melalui pendekatan top-down dan bottom-up, termasuk survei yang melibatkan anggota IAI dari berbagai wilayah Indonesia.

Renstra tersebut dirancang untuk menjawab berbagai perubahan strategis, mulai dari transformasi digital dan AI, meningkatnya tuntutan keberlanjutan, perkembangan regulasi, hingga perubahan ekspektasi para pemangku kepentingan. Lima sasaran strategis yang diusung meliputi anggota unggul, organisasi adaptif dan bermutu, profesi terpercaya, pemimpin ekosistem keuangan dan keberlanjutan, serta magnet talenta terbaik.

Para narasumber menekankan bahwa kepercayaan publik (trust) merupakan fondasi utama profesi akuntan. Oleh karena itu, penguatan etika harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi digital agar akuntan mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab tanpa mengurangi kualitas professional judgement.

Dalam diskusi juga ditegaskan pentingnya menjaga integritas proses organisasi, termasuk memastikan penyelenggaraan Kongres berlangsung transparan, profesional, bebas politik uang, intimidasi, maupun penyebaran informasi yang menyesatkan.

Webinar turut mengangkat pentingnya transformasi pendidikan profesi melalui pembelajaran yang lebih fleksibel, penerapan microcredential, serta kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi dan dunia usaha agar lulusan lebih siap menghadapi kebutuhan industri. IAI juga akan menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bersama perguruan tinggi dan corporate partners pada bulan Agustus ini  untuk memperkuat sinergi pengembangan kompetensi akuntan masa depan.

Dalam sesi talkshow yang menghadirkan Tim Pekerja Kongres XV IAI, para narasumber menyoroti perubahan peran akuntan dari sekadar penjaga kepatuhan menjadi mitra strategis bisnis yang mampu menghasilkan analisis forward-looking, memanfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta memperkuat pengendalian internal melalui pendekatan error prevention (Pokayoke). Akuntan masa depan dituntut tidak hanya menjaga akurasi laporan keuangan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan perusahaan.

IAI mengajak seluruh anggota untuk berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian Road to Kongres XV IAI, termasuk mengikuti proses pendaftaran, pemutakhiran status keanggotaan, serta memberikan suara dalam pemilihan kepengurusan yang akan datang.
"Kita memiliki standar profesi yang terus berkembang, Chartered Accountant Indonesia yang semakin diakui, serta sumber daya manusia yang kompeten. Dengan organisasi yang adaptif dan kepemimpinan yang berintegritas, saya yakin IAI akan semakin dipercaya sebagai organisasi profesi yang memberikan kontribusi nyata bagi tata kelola, pembangunan ekonomi, dan keberlanjutan Indonesia," tutup Ardan Adiperdana.

Tentang IAI

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang menaungi seluruh akuntan di Indonesia yang tersebar di 34 provinsi. IAI merupakan anggota dan pendiri International Federation of Accountants (IFAC) dan ASEAN Federation of Accountants (AFA), serta associate member Chartered Accountants Worldwide (CAW).

Untuk menjaga integritas dan profesionalisme akuntan Indonesia, IAI menerbitkan Kode Etik Akuntan Indonesia. Sebagai standard setter, IAI menyusun dan menetapkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia.

Informasi lebih lanjut tentang IAI, kunjungi www.iaiglobal.or.id, atau email ke iai-info@iaiglobal.or.id

WA Official IAI: +628 111 055 141