Berita IAI

IFAC Connect Asia Pacific 2025 Tegaskan Transformasi Kolektif di Tengah Disrupsi Global

04 Desember 2025 - Siaran Pers



Jakarta, (4 Desember) — IFAC Connect Asia Pacific 2025 menegaskan urgensi kolaborasi regional untuk membangun kepercayaan publik, memperkuat ketahanan sistem keuangan, dan mempercepat transformasi keberlanjutan di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Diselenggarakan bertepatan dengan 68 Tahun Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), forum ini mempertemukan regulator, organisasi profesi, sektor swasta, akademisi, serta pemimpin global profesi akuntansi untuk merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan struktural kawasan. Sebagai bagian dari forum diskusi serial global IFAC, IFAC Connect di Jakarta dihadiri oleh hampir 500 peserta dari 33 negara dan yurisdiksi.

Presiden International Federation of Accountants (IFAC) Jean Bouquot mengatakan bahwa kolaborasi regional menjadi pilar penting dalam memperkuat profesi akuntansi di Asia Pasifik. Forum ini menghadirkan pembahasan mengenai berbagai tantangan dan peluang profesi yang melibatkan regulator nasional, global standard setters, perwakilan sektor swasta, akademisi, organisasi anggota IFAC, dan Network Partners. Sebagai induk organisasi profesi akuntansi global, IFAC menegaskan kembali tujuannya untuk menyatukan dan menghubungkan profesi di seluruh dunia. Bouquot menyampaikan bahwa agenda yang dirancang untuk forum ini mencerminkan komitmen IFAC dalam memperkuat nilai tambah bagi para anggotanya. Ia juga menekankan pentingnya pembelajaran dari para anggota sebagai bentuk koneksi paling mendasar dan bermakna bagi IFAC.

Dalam sambutannya, Bouquot juga menyoroti kedekatannya dengan ekosistem profesi Indonesia yang memberinya pemahaman mendalam tentang komitmen regulator, akademisi, dan organisasi profesi dalam menjawab tantangan dan peluang masa depan. Pada kesempatan itu, Bouquot memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada IAI atas Presidensi ASEAN Federation of Accountants (AFA) pada periode 2026-2027. Menurutnya, kepemimpinan baru ini membuka babak penting bagi AFA untuk melanjutkan fondasi kuat kolaborasi regional yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

“IFAC akan terus memainkan peran sebagai pemersatu profesi akuntansi global dan memperkuat konektivitas antar organisasi anggota, dengan pembelajaran dari para anggota sebagai bagian paling fundamental dari misinya,” ujarnya.


Dalam pidato kuncinya, Ketua Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sophia Wattimena menegaskan bahwa kepercayaan dan tata kelola yang kuat merupakan fondasi utama ketahanan sistem keuangan. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa OJK telah menempatkan aspek keberlanjutan, digitalisasi, dan tata kelola sebagai fokus utama dalam memperkuat regulasi dan pengawasan. Sejumlah kebijakan strategis telah diterbitkan, termasuk penguatan kompetensi dan integritas profesi penunjang serta penegasan tanggung jawab direksi atas keakuratan pelaporan. OJK juga terus memimpin agenda keuangan berkelanjutan melalui penyempurnaan Taksonomi Hijau Indonesia, regulasi perdagangan karbon, dan dukungan atas adopsi standar pengungkapan keberlanjutan IFRS S1 dan S2.

“Keberhasilan Indonesia dalam memasuki fase matang dalam keuangan berkelanjutan menurut Sustainable Banking and Finance Network (SBFN) mencerminkan komitmen kami yang konsisten dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam sistem keuangan,” jelas Sophia Wattimena yang juga merupakan Anggota Dewan Pengawas IAI.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI Ardan Adiperdana menegaskan bahwa profesi akuntansi berada di pusat transformasi menuju Indonesia Emas 2045 dan penguatan kerja sama ASEAN. Ardan menilai bahwa kemitraan antara IFAC dan organisasi profesi di kawasan memberi nilai strategis dalam menerjemahkan standar global ke dalam aksi nyata. Ia menyerukan pentingnya mempercepat implementasi keberlanjutan, memastikan adopsi teknologi yang beretika dan terpercaya, serta memperkuat pipeline talenta agar profesi semakin siap memimpin agenda keberlanjutan dan digitalisasi. IAI, ujarnya, tengah memodernisasi jalur pendidikan profesi agar lebih fleksibel, digital, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Ardan menyampaikan bahwa profesi akuntansi Indonesia berada di pusat perubahan struktural menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan. Sejalan dengan itu, kemitraan antara IFAC dan organisasi profesi akuntansi di tingkat regional dinilai memberikan nilai tambah signifikan. “IFAC Connect menjadi jembatan penting antara standar global dan realitas regional, memastikan aspirasi global benar-benar diterjemahkan menjadi tindakan nyata,” ujarnya.

Forum IFAC Connect Asia Pacific 2025 menjadi wadah nyata bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengubah strategi global menjadi tindakan operasional di setiap yurisdiksi. Kolaborasi erat antara regulator, profesi, dan komunitas internasional ditegaskan sebagai kunci membangun ekosistem keuangan yang inklusif, transparan, dan berintegritas. IAI menutup forum ini dengan komitmen untuk terus bekerja bersama IFAC dan mitra regional, memastikan Asia Pasifik tetap menjadi suara penting dalam lanskap profesi akuntansi global.

Tentang IAI

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang menaungi seluruh akuntan di Indonesia yang tersebar di 34 provinsi. IAI merupakan anggota dan pendiri International Federation of Accountants (IFAC) dan ASEAN Federation of Accountants (AFA), serta associate member Chartered Accountants Worldwide (CAW).

Untuk menjaga integritas dan profesionalisme akuntan Indonesia, IAI menerbitkan Kode Etik Akuntan Indonesia. Sebagai standard setter, IAI menyusun dan menetapkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia.

Informasi lebih lanjut tentang IAI, kunjungi www.iaiglobal.or.id, atau email ke iai-info@iaiglobal.or.id

WA Official IAI: +628 111 055 141