Berita IAI

Rakernas IAI 2026 Mengokohkan Fondasi Organisasi dan Menyatukan Langkah Menuju Kongres XV IAI

14 Juli 2026 - Siaran Pers



Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 di Solo, Jawa Tengah, pada 10–12 Juli 2026 sebagai momentum strategis untuk menyelaraskan arah organisasi menjelang Kongres XV IAI. Forum ini mempertemukan  pengurus IAI di tingkat pusat dan wilayah, serta pemangku kepentingan profesi guna memperkuat sinergi organisasi dalam menghadapi dinamika profesi akuntan yang terus berkembang.

Mengusung tema "Mengokohkan Fondasi, Menyatukan Arah: Menyelaraskan Visi Profesi Menuju Kongres XV IAI," Rakernas menjadi ruang konsolidasi untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah pengembangan IAI lima tahun ke depan. Di tengah percepatan transformasi digital, berkembangnya kecerdasan artifisial (AI), meningkatnya tuntutan terhadap tata kelola dan pelaporan keberlanjutan, serta perubahan ekspektasi dunia usaha dan masyarakat, profesi akuntan dituntut semakin adaptif, inovatif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan ekonomi nasional.

Membuka Rakernas, Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) IAI, Ardan Adiperdana, menegaskan bahwa Rakernas merupakan forum strategis untuk membangun keselarasan arah organisasi sekaligus memperkuat persiapan menuju Kongres XV IAI. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat nasional, tetapi juga oleh kekuatan IAI Wilayah sebagai ujung tombak dalam membina anggota, mengembangkan kompetensi profesi, memperluas kolaborasi dengan regulator, dunia usaha, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, partisipasi aktif seluruh wilayah menjadi kunci dalam membangun fondasi organisasi yang semakin kuat menuju periode kepengurusan berikutnya.

Salah satu agenda utama Rakernas adalah mengevaluasi implementasi Rencana Strategis (Renstra) IAI 2022–2026 Next 4 Success yang selama lima tahun terakhir menjadi pedoman pengembangan organisasi. Evaluasi dilakukan terhadap empat pilar strategis, yaitu penguatan keanggotaan dan kompetensi profesi, peningkatan kepercayaan publik melalui standar dan etika profesi, penguatan perlindungan hukum dan praktik keprofesian, serta penguatan tata kelola organisasi, transformasi digital, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Berbagai capaian berhasil diraih, mulai dari peningkatan jumlah anggota dan sertifikasi profesi, pengembangan standar akuntansi keuangan dan standar pengungkapan keberlanjutan, penguatan pengakuan Chartered Accountant (CA) dalam berbagai regulasi nasional, hingga perluasan kerja sama internasional dan digitalisasi layanan organisasi.

Ketua Dewan Penasihat IAI, Prof. Moermahadi Soerja Djanegara, menyampaikan bahwa keberhasilan organisasi tidak diukur semata dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari kemampuannya menjaga kepercayaan publik, meningkatkan kualitas anggota, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan tata kelola bangsa. Menurutnya, fondasi yang telah dibangun melalui Renstra 2022–2026 perlu dilanjutkan dengan visi yang lebih progresif agar IAI mampu menjawab perubahan lingkungan bisnis, perkembangan teknologi, dan meningkatnya tuntutan terhadap transparansi serta keberlanjutan.

Melengkapi perspektif strategis tersebut, Ketua Dewan Pengawas IAI, Prof. Mardiasmo, menekankan bahwa transformasi organisasi harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola dan integritas. Menurutnya, keberhasilan Renstra tidak hanya ditentukan oleh kualitas program kerja, tetapi juga oleh konsistensi organisasi dalam menerapkan prinsip good governance, akuntabilitas, transparansi, independensi, dan kepatuhan terhadap etika profesi. Ia juga menegaskan bahwa penegakan disiplin keanggotaan merupakan bagian dari upaya menjaga kredibilitas organisasi dan mempertahankan kepercayaan publik terhadap profesi akuntan, terutama di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan keberlanjutan yang semakin tinggi.

Selain mengevaluasi capaian periode sebelumnya, Rakernas juga membahas usulan Renstra IAI 2026–2030 yang mengusung tema "IAI Tangguh, Memimpin Ekosistem Keuangan dan Keberlanjutan." Renstra tersebut dirancang sebagai respons atas berbagai perubahan global sekaligus penegasan peran IAI sebagai organisasi profesi yang mampu memimpin pengembangan ekosistem keuangan dan keberlanjutan di Indonesia.

Sebagai arah transformasi organisasi, Renstra 2026–2030 dibangun di atas lima dimensi strategis, yaitu Trusted melalui penguatan standar, etika, dan kepercayaan publik; Relevant melalui transformasi pendidikan, sertifikasi, dan kompetensi masa depan; Added Value dengan meningkatkan manfaat keanggotaan dan regenerasi profesi; Impactful melalui kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan ekonomi dan keberlanjutan; serta Leadership dengan memperkuat kepemimpinan IAI di tingkat nasional maupun internasional.


Rakernas juga menjadi ruang dialog yang produktif bagi IAI Wilayah, kompartemen, dan badan-badan IAI untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan rekomendasi strategis. Dipandu oleh Tim Pekerja Kongres XV IAI, diskusi menghasilkan berbagai masukan mengenai penguatan layanan keanggotaan, regenerasi profesi, pemerataan akses pendidikan dan sertifikasi, optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dan AI, serta penguatan kolaborasi dengan regulator, perguruan tinggi, dunia usaha, dan organisasi profesi lainnya. Seluruh rekomendasi tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan penyelenggaraan Kongres XV IAI sekaligus penyusunan Renstra IAI 2026–2030.

Di luar agenda persidangan, Rakernas IAI 2026 juga menghadirkan rangkaian kegiatan yang memperkuat kebersamaan sekaligus mempererat hubungan kelembagaan dengan para pemangku kepentingan. Pada malam pertama, peserta mengikuti Malam Silaturahmi IAI dengan Pemerintah Kota Surakarta di Loji Gandrung, yang menjadi wadah membangun sinergi antara profesi akuntan dan pemerintah daerah dalam mendukung tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.


Sebagai penutup rangkaian kegiatan, peserta mengikuti heritage walk di kawasan Pura Mangkunegaran untuk menikmati kekayaan sejarah dan budaya Kota Solo, sebelum menghadiri makan malam kebersamaan di Pracimasana, Pura Mangkunegaran. Suasana tersebut menjadi simbol bahwa penguatan organisasi tidak hanya dibangun melalui forum persidangan, tetapi juga melalui kebersamaan, dialog, dan penghargaan terhadap nilai-nilai budaya.

Melalui Rakernas 2026, IAI berhasil menghimpun berbagai rekomendasi strategis yang akan menjadi landasan penyelenggaraan Kongres XV IAI sekaligus arah implementasi Renstra 2026–2030. Dengan semangat "Mengokohkan Fondasi, Menyatukan Arah," seluruh unsur organisasi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kompetensi, integritas, tata kelola, dan kepemimpinan profesi, sehingga IAI semakin dipercaya, relevan, dan mampu memimpin pengembangan ekosistem keuangan dan keberlanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Tentang IAI

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang menaungi seluruh akuntan di Indonesia yang tersebar di 34 provinsi. IAI merupakan anggota dan pendiri International Federation of Accountants (IFAC) dan ASEAN Federation of Accountants (AFA), serta associate member Chartered Accountants Worldwide (CAW).

Untuk menjaga integritas dan profesionalisme akuntan Indonesia, IAI menerbitkan Kode Etik Akuntan Indonesia. Sebagai standard setter, IAI menyusun dan menetapkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia.

Informasi lebih lanjut tentang IAI, kunjungi www.iaiglobal.or.id, atau email ke iai-info@iaiglobal.or.id

WA Official IAI: +628 111 055 141