Page 249 - Jejak dan Suara Akuntan - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 249
Jejak dan Suara Akuntan Bagian-5
CPD, CGAA/CGAE dan SAP/SAK: Kapasitas Naik, PPL Merata, Akuntabilitas
Kuat di Sektor Publik
PPL/CPD menjadi ruang pembaruan kompetensi yang paling konsisten dirasakan responden
sektor publik. Materi yang fokus pada SAP, audit berbasis risiko, dan dinamika regulasi
memperkuat kemampuan teknis dalam pengelolaan anggaran, pelaporan, dan reviu kinerja.
Format daring memudahkan part sipasi lintas wilayah, sehingga peningkatan kapasitas t dak
lagi bergantung pada lokasi atau anggaran perjalanan dinas.
Pelatihan akuntansi pemerintah, termasuk CGAA dan CGAE, dipandang sebagai jalur
profesionalisasi yang memberi fondasi kuat bagi aparatur pengelola keuangan. Responden
menyebut kurikulum yang sistemat s dan ujian yang terstandar membuat kompetensi lebih
terukur. Validasi formal ini meningkatkan kepercayaan pimpinan dan mitra kerja terhadap
hasil kerja, sekaligus memperkuat budaya akuntabilitas di instansi masing-masing.
DOKUMEN Sosialisasi SAP/SAK dan forum diskusi menjadi wadah pent ng untuk memahami interpretasi
DOKUMEN
standar secara konsisten. Banyak responden menyebut manfaat diskusi antar K/L/D, terutama
ket ka menghadapi isu prakt s sepert klasif kasi akun, pengakuan aset, atau rekonsiliasi.
Pertukaran pengalaman lapangan mencegah kesalahan berulang dan memperkaya pemahaman
IAI
IAI konteks implementasi standar di lingkungan birokrasi yang kompleks.
Online discussion yang mewajibkan penyusunan ToR atau ulasan topik membuat peserta lebih
ref ekt f dan terlat h berpikir sistemat s. Responden menilai model ini bukan hanya berbagi
pengetahuan, tetapi juga mengasah kemampuan analit s yang dibutuhkan dalam penyusunan
kebijakan internal dan reviu laporan keuangan. Pendekatan ini memperkuat kecermatan dalam
menyusun rekomendasi kepada pimpinan.
Penguatan kompartemen sektor publik dan inisiat f IAI for Society memberi dampak nonteknis
yang signif kan. Responden merasakan adanya ruang kolaborasi lebih luas, termasuk lintas
instansi dan lintas profesi, untuk mendorong tata kelola yang lebih baik. Kegiatan pengabdian
sepert edukasi akuntabilitas di daerah terluar memperkuat makna profesi sebagai penjaga
amanah publik, sekaligus memperluas jejaring dan perspekt f profesional.
Secara keseluruhan, kombinasi pelat han teknis, sert f kasi, forum diskusi, dan kegiatan berbasis
nilai mendorong peningkatan profesionalisme dan akuntabilitas akuntan publik. Responden
mencatat bahwa implementasi SAP/SAK menjadi lebih dipahami, kolaborasi antarinstansi
meningkat, dan akses materi daring mempercepat proses belajar. Dampaknya terlihat dalam
kualitas laporan dan kepercayaan pemangku kepent ngan terhadap birokrasi.
210 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 211

