Page 401 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 401
KUNCI JAWABAN
c. Perhitungan jumlah laba per saham dasar dan dilusian atas laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan, jika disajikan, laba atau
rugi dari operasi normal berkelanjutan yang dapat diatribusikan kepada pemegang
saham biasa tersebut.
• LPS Dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan
kepada pemegang saham biasa entitas induk (pembilang) dengan jumlah rata-
rata tertimbang saham biasa yang beredar (penyebut) dalam suatu periode.
• Untuk tujuan perhitungan LPS Dilusian, perusahaan melakukan penyesuaian
terhadap laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa
entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar, atas dampak
7. A IAI WEB VERSION
dari semua efek yang mempunyai potensi saham biasa yang bersifat dilutif.
2. Peristiwa setelah periode pelaporan adalah peristiwa yang terjadi antara akhir periode
pelaporan dan tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit, baik peristiwa yang
menguntungkan maupun tidak. Perlakuan akuntansi atas peristiwa-peristiwa tersebut
dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
a. Dilakukan penyesuaian terhadap laporan keuangan atas peristiwa yang memberikan
bukti atas adanya kondisi pada akhir periode pelaporan (peristiwa penyesuai setelah
periode pelaporan); dan
b. Tidak dilakukan penyesuaian terhadap laporan keuangan atas peristiwa yang
mengindikasikan timbulnya kondisi setelah periode pelaporan (peristiwa non penyesuai
setelah periode pelaporan). Apabila material maka diungkapkan, dan apabila tidak
material tidak diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
BAB 4 ASET LANCAR
Pilihan Ganda
1. B
2. C
3. D
4. B
5. A
6. C
8. B
9. D
10. D
392 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 393

