Page 309 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 309

BAB 10: KOMBINASI BISNIS DAN KONSOLIDASI




                   Jika entitas induk juga bertindak sebagai investor atau venturer memilih, sesuai dengan
                   PSAK 228:  Investasi pada Entitas Asosiasi dan  Ventura Bersama paragraf 18, mengukur
                   investasinya dalam entitas asosisasi atau ventura Bersama pada nilai wajar melalui laba rugi
                   sesuai dengan PSAK 109: Instrumen Keuangan, maka entitas juga mencatat investasi tersebut
                   dengan cara yang sama dalam laporan keuangan tersendirinya.

                   10.6  PELEPASAN BISNIS

                   Entitas yang melepas bisnis, dalam pelepasan bisnis entitas sepengendali, mengakui selisih
                   antara imbalan yang diterima dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas di ekuitas dan
                   menyajikannya dalam pos tambahan modal disetor.
                       IAI WEB VERSION
                   Kombinasi dan pelepasan bisnis entitas sepengendali dipandang bukan sebagai penghasilan
                   komprehensif lain karena tidak memenuhi kriteria penghasilan dan beban dalam Kerangka
                   Konseptual Pelaporan Keuangan dan penghasilan komprehensif lain dalam PSAK 201: Penyajian
                   Laporan Keuangan. Oleh karena itu, setelah transaksi kombinasi dan pelepasan bisnis entitas
                   sepengendali, selisih imbalan dan jumlah tercatat asset neto dalam kombinasi dan pelepasan
                   bisnis entitas sepengendali tersebut tidak dapat diakui dalam laba rugi.


                   10.7 KEHILANGAN PENGENDALIAN

                   Jika entitas induk kehilangan pengendalian atas entitas anak maka entitas induk:
                   1.  Menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak terdahulu dari laporan keuangan
                       konsolidasian
                   2.  Mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu sebesar nilai wajar pada tanggal
                       kehilangan pengendalian dan selanjutnya mencatat sisa investasi tersebut berdasarkan
                       standar akuntansi yang sesuai dengan pengaruh yang diperoleh dari sisa investasi yang
                       dimiliki, PSAK 239:  Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran atau PSAK 228:
                       Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama.

                   3.  Mencatat keuntungan atau kerugian dari terkait hilangnya pengendalian.

                    Contoh 10.7:
                    Pada tanggal 2 Januari 2019, nilai buku dan nilai wajar investasi PT M di PT N masing-masing
                    sebesar Rp400 miliar dan Rp450 miliar. PT M adalah entitas induk yang memiliki 80% kepemilikan
                    saham di PT N. PT M memutuskan menjual setengah kepemilikan sahamnya di PT N, sehingga
                    menyisakan kepemilikan sebesar 40%, pada 2 Januari 2019 dengan harga Rp220 miliar. Setelah
                    menjual sebagian sahamnya, PT M kehilangan pengendalian di PT N.

                    Diminta:
                    Buat jurnal di pembukuan PT M saat menjual sebagian kepemilikan saham di PT N.
                    Jawaban:
                                       Keterangan                            Jumlah (dalam miliar Rupiah)
                    Hasil penjualan saham PT N                                            220
                    Nilai wajar 40% kepemilikan yang tersisa
                    (50% x Rp 450 miliar)                                                 225
                    Jumlah                                                                445
                    Dikurangi: nilai buku investasi                                      400







 300  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  301
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314