Page 387 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 387
BAB 15: PELAPORAN TERINTEGRASI
15.1.7 Praktik Pelaporan Keberlanjutan Di Indonesia
Perkembangan pelaporan keberlanjutan di Indonesia tidak lepas dari peran sebuah lembaga
yaitu National Center for Sustainability Reporting (NCSR) Indonesia. NCSR adalah sebuah
wadah (organisasi) independen dalam rangka pengembangan, pembinaan, pengukuran, dan
pelaporan atas implementasi kegiatan CSR/keberlanjutan entitas (corporate sustainability).
NCSR Indonesia memiliki anggota dari korporasi, organisasi, dan individu-individu profesional
yang mempunyai visi dan komitmen yang sama dalam menerapkan dan mengembangkan
pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Anggota NCSR terdiri dari lima organisasi independen terkemuka, yaitu: Ikatan Akuntan
IAI WEB VERSION
Indonesia Kompartemen Akuntan Manajemen (IAI-KAM) atau saat ini adalah Ikatan Akuntan
Manajemen Indonesia (IAMI), Komite Nasional Kebijakan Publik (KNKP), Forum for Corporate
Governance in Indonesia (FCGI), Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), dan Indonesia-Netherlands
Asociation (INA). NCSR ini dideklarasikan pada tanggal 23 Juni 2005.
NCSR setiap tahun menyelenggarakan ajang/penghargaan Sustainability Reporting Awards
(SRA). Ajang tahunan SRA diselenggarakan atas kerjasama NCSR bersama INA serta American
Chamber of Commerce (AMCHAM), dengan dukungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup,
Kedutaan Besar Kerajaan Belanda, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Institut
Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI), Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI),
dan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI).
SRA diharapkan dapat meningkatkan tanggungjawab entitas terhadap pemangku kepentingan
utama dan meningkatkan kesadaran entitas terhadap aspek transparansi dan akuntabilitas
publik. SRA diberikan kepada entitas yang telah mempublikasikan laporan keberlanjutan, baik
yang diterbitkan secara terpisah maupun terintegrasi dalam laporan tahunan.
Terdapat 3 (tiga) kriteria yang digunakan sebagai penilaian ajang penghargaan SRA, yaitu
sebagai berikut:
1. Kelengkapan (completeness), meliputi: profil entitas, dampak penting, kebijakan sosial/
lingkungan, komitmen manajemen, target dan tujuan kebijakan sosial/lingkungan, layanan
produk dan jasa, kebijakan pengadaan bahan baku dan isu-isu yang terkait dengannya,
kebijakan pelaporan dan pembukuan, dan hubungan antara pelaporan sosial/lingkungan
dengan masalah pembangunan yang berkelanjutan (sustainability development), sistem
manajemen (management system) serta tata kelola entitas (corporate governance).
2. Kepercayaan (credibility), meliputi: pencapaian utama saat ini, penyebutan anggota tim
yang bertanggung jawab untuk isu sosial/ekonomi, sistem manajemen dan integrasinya ke
kegiatan usaha, perencanaan ketidakpastian dan manajemen risiko, proses audit internal,
ketaatan (compliance) atau ketidaktaatan terhadap peraturan, data-data mengenai dampak
sosial/ekonomi, data-data keuangan konvensional yang berhubungan, laporan keuangan
sosial/lingkungan dan full cost accounting, akreditasi atau sertifikasi ISO, penjabaran
mengenai interaksi dengan pihak terkait atau proses dialog, pemanfaatan masukan dari
pihak-pihak yang terkait, serta pernyataan dari pihak ketiga.
3. Komunikasi (communication), meliputi: tata letak dan penampilan, kemudahan dipahami,
dibaca, dan proporsional uraian setiap bagian, mekanisme komunikasi dan umpan balik
(feedback), ringkasan pelaporan (executive summary), tersedia petunjuk kemudahan
378 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 379

