Page 389 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 389

BAB 15:  PELAPORAN TERINTEGRASI




                   31.  PT United Tractor, Tbk (Persero)
                   32.  PT Fajar Surya Wisea, Tbk (Persero)
                   33.  PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk (Persero)
                   34.  PT Adaro Indonesia, Tbk (Persero)
                   35.  PT Astra Agro Lestari, Tbk (Persero)
                   36.  PT Petrosea, Tbk (Persero)
                   37.  PT Express Transindo Utama (Persero)
                   38.  PT Bank Mandiri, Tbk (Persero)
                   39.  PT Bakrie Sumatra Plantation, Tbk (Persero)
                   40.  PT Wijaya Karya, Tbk (Persero)
                       IAI WEB VERSION
                   15.2  LAPORAN TERINTEGRASI (INTEGRATED REPORTING)

                   15.2.1  Latar Belakang


                   Pelaporan keuangan telah lama menjadi laporan utama entitas kepada pemilik modal.
                   Laporan  keuangan  lebih  menekankan  pada  penyajian  informasi  transaksi  keuangan  masa
                   lalu. Untuk melengkapinya entitas menyusun laporan manajemen (management report).
                   Laporan manajemen umumnya memberikan informasi mengenai prospek entitas ke masa
                   depan. Perkembangan (growth) entitas, inovasi perusahaan, perubahan teknologi pasar, atau
                   perubahan strategi entitas lazim dijelaskan dalam laporan manajemen. Kedua laporan tersebut,
                   laporan keuangan dan laporan manajemen, disajikan di laporan tahunan. Oleh sebab itu
                   laporan tahunan semakin lama semakin tebal.

                   Kemudian berkembang juga praktik Laporan/Pelaporan Keberlanjutan atau  Sustainability

                   Report/Reporting (SR). SR disusun berdasarkan panduan/standar penyusunan SR seperti
                   panduan yang diterbitkan GRI.  Tujuan dari informasi yang ingin disampaikan dalam SR
                   berbeda dengan tujuan pelaporan keuangan. SR ini dapat disajikan sebagai bagian dari laporna
                   tahunan ataupun laporan tersendiri. Ketika digabungkan dalam laporan tahunan maka tentu
                   hal tersebut membuat laporan tahunan semakin tebal. Jikalau disajikan terpisah tetap saja
                   informasi yang perlu dibaca oleh para pemangku kepentingan semakin banyak. Banyaknya
                   jenis dan ketabalan laporan yang dihasilkan membuat pembaca (contoh investor) dapat
                   kehilangan gambaran utuh dari nilai tambah (value added) yang dilakukan oleh entitas. Hal
                   inilah yang berusaha dijawab oleh konsep Laporan/Pelaporan  Terintegrasi atau Integrated
                   Report/Reporting (IR).

                   IR memiliki konsep yang berbeda dengan SR. Dalam pembuatan IR, entitas menyusun
                   pelaporan yang berfokus pada upaya entitas menciptakan nilai (value creation) yang akan
                   bertahan dalam jangka panjang. Gambar 15.2 menjelaskan konsep IR dan posisinya terhadap
                   laporan-laporan lain
















 380  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  381
   384   385   386   387   388   389   390   391   392   393   394