Page 66 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 66
PELAPORAN KORPORAT
5. Berikut adalah contoh penerapan dari asas transparansi:
A. Perusahaan mengungkapkan anggaran pengembangan produk baru di laporan tahunan
B. Perusahaan menyajikan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang
berlaku
C. Perusahaan mengungkapkan informasi tentang ultimate owner walaupun tidak
diwajibkan dalam regulasi yang berlaku saat ini
D. Perusahaan menerapkan dan memastikan pengendalian internal atas laporan keuangan
berjalan dengan baik
6. Berikut ini merupakan fungsi-fungsi kunci yang harus dilakukan oleh dewan pengawas,
kecuali:
IAI WEB VERSION
A. Menyusun strategi perusahaan, rencana aksi utama, kebijakan dan prosedur manajemen
risiko, anggaran tahunan dan rencana kerja
B. Memantau efektivitas praktik tata kelola korporat
C. Memastikan proses nominasi dan pemilihan dewan berjalan normal dan transparan
D. Menyelaraskan remunerasi manajemen kunci dan dewan dengan kepentingan jangka
panjang perusahaan dan pemegang sahamnya
7. Berikut ini bukan merupakan peran dewan pengawas dalam tata kelola pelaporan korporat:
A. Memastikan bahwa manajemen telah memiliki sistem/mekanisme pengawasan yang
memadai
B. Memastikan terdapat jalur komunikasi langsung antara audit internal dengan dewan
pengawas atau komite audit
C. Memastikan komite audit menyusun kebijakan akuntansi perusahaan yang menjadi
dasar pelaporan keuangan
D. Memastikan perusahaan telah memiliki dan melaksanakan pengendalian internal
yang efektif
8. Penerapan tata kelola pada perusahaan terbuka di Indonesia termasuk kategori:
A. Mandatory
B. Voluntary
C. Comply and explain
D. Optional
9. Manakah pernyataan di bawah ini yang paling tepat terkait penilaian praktik tata kelola
untuk perusahaan terbuka:
A. Penilaian praktik tata kelola korporat bersifat sukarela
B. Penilaian praktik tata kelola korporat wajib diungkapkan dalam laporan tahunan
C. Penilaian praktik tata kelola korporat wajib menggunakan pihak independen
D. Penilaian praktik tata kelolap perusahaan dilakukan minimum dua tahun sekali
10. Struktur tata kelola korporat dipengaruhi oleh ukuran dan kemampuan perusahaan.
Manakah dari penggabungan peran di bawah ini yang masih dapat diterima dalam rangka
tata kelola korporat yang baik pada perusahaan di Indonesia:
A. Direktur Utama merangkap sebagai Komisaris Utama
B. Kepala Audit Internal merangkap sebagai Kepala Satuan Manajemen Risiko
C. Manajer Keuangan merangkap sebagai Manajer Pengadaan
D. Komite Audit merangkap sebagai Komite Manajemen Risiko
58 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 59

