Page 71 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 71
BAB 3: PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari bab ini peserta diharapkan mampu:
1. Menjelaskan penyajian laporan keuangan dari entitas berorientasi laba yang umum dan
lembaga keuangan, entitas nirlaba, dan program manfaat purnakarya.
2. Mengevaluasi pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi dalam laporan keuangan.
3. Menentukan dan menganalisis mata uang fungsional dan penyajian dalam laporan keuangan
entitas dan kelompok usaha.
4. Menjelaskan laporan keuangan interim.
5. Menjelaskan dan menerapkan pengungkapan pihak-pihak berelasi.
6. Menerapkan laba per saham dasar dan dilusian.
IAI WEB VERSION
7. Menjelaskan dan menerapkan peristiwa setelah periode pelaporan.
PENDAHULUAN
Dalam penyusunan laporan keuangan, bentuk, isi, dan struktur pelaporan keuangan dan
kebijakan akuntansi diatur dalam beberapa standar. Pada bagian ini akan dijelaskan materi
yang terkait dengan penyajian laporan keuangan yang berkaitan ketentuan umum penyajian
laporan keuangan, kebijakan akuntansi, estimasi akuntansi, koreksi kesalahan, mata uang
fungsional dan penyajian, pihak berelasi, laba per saham, peristiwa setelah periode pelaporan,
pelaporan keuangan interim.
3.1 KETENTUAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN
Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi keuangan tentang perusahaan
(entitas pelapor) yang berguna untuk investor saat ini dan investor potensial, pemberi pinjaman,
dan kreditor lainn dalam membuat keputusan tentang penyediaan sumber daya kepada
perusahaan. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama
sebagian besar pemakai (general purpose financial statements). Laporan keuangan bertujuan
umum tidak dirancang untuk menunjukkan nilai perusahaan, akan tetapi menyediakan
informasi untuk membantu pengguna dalam mengukur nilai perusahaan.
Tanggung Jawab
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Pengertian
manajemen sangat bergantung pada struktur tata kelola entitas yang ditentukan oleh peraturan
perundang-undangan yang menjadi dasar pembentukan badan hukum entitas tersebut.
Misalnya, perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas, manajemen adalah direksi.
Asumsi Dasar
Laporan keuangan biasanya disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha (going concern)
dari perusahaan sebagai entitas pelapor. Perusahaan akan melanjutkan usahanya di masa
depan. Oleh karena itu, perusahaan diasumsikan tidak memiliki intensi atau berkeinginan
untuk melakukan likuidasi atau menghentikan perdagangan.
62
62 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 63
63
Hak Cipta
Hak Cipta

