Page 11 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 11

SISTEM INFORMASI
 DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI                                              BAB 1: PENDAHULUAN




                 TUJUAN PEMBELAJARAN:
                 1.   Menjelaskan pengertian sistem informasi

                 2.  Menjelaskan dan mengaplikasikan komponen dalam sistem informasi: people, prosedur,
                     data, software, infrastruktur teknologi informasi, dan pengendalian internal

                 3.  Menjelaskan jenis sistem informasi dan hubungan antara sistem informasi manajemen, sistem
                     informasi akuntansi, dan sistem informasi eksekutif

                 4.  Mengaplikasikan peran profesi akuntan dalam kaitannya dengan sistem informasi
                 5.  Memahami perkembangan teknologi informasi dan keuntungan penggunaan teknologi informasi
                IAI WEB VERSION




               1.1  DEFINISI SISTEM INFORMASI

               Sistem informasi terdiri dari dua kata yaitu sistem dan informasi, sistem yang berarti  kumpulan
               dari komponen-komponen yang saling berinteraksi dan memiliki tujuan yang sama, informasi,
               merupakan fakta dari data yang sudah diproses yang memiliki kegunaan bagi penggunanya
               dalam proses pengambilan keputusan. Secara umum sistem informasi bertujuan untuk untuk
               mengumpulkan, memproses kemudian menyebarkan informasi kepada pihak-pihak yang
               membutuhkan, misalnya untuk pengambilan keputusan.


               Seringkali sistem tersusun atas bagian-bagian lebih kecil yang disebut subsistem. Pada
               akhirnya, setiap sistem juga berperan sebagai komponen pendukung dalam sistem yang
               lebih besar. Subsistem dirancang untuk menunjang satu atau beberapa tujuan organisasi,
               sehingga setiap perubahan dalam satu subsistem harus mempertimbangkan dampaknya
               terhadap subsistem lain maupun terhadap keseluruhan sistem. Dalam praktik sehari-hari,
               sering kali muncul konflik tujuan (goal conflict), yaitu ketika tujuan suatu subsistem tidak
               selaras dengan tujuan subsistem lain atau tujuan organisasi secara keseluruhan. Idealnya,
               yang dibutuhkan dalam suatu organisasi adalah keselarasan tujuan (goal congruence), di
               mana seluruh subsistem memiliki tujuan yang sejalan satu sama lain dan mendukung tujuan
               organisasi secara menyeluruh.

               Contoh Goal Conflict (Pertentangan Tujuan)

               Subsistem produksi bertujuan untuk meminimalkan biaya dan meningkatkan efisiensi, misalnya
               dengan memproduksi dalam jumlah besar agar biaya per unit rendah. Subsistem persediaan
               justru ingin mengurangi jumlah stok agar biaya penyimpanan tidak membengkak dan risiko
               barang usang menurun.


               Konflik muncul: produksi ingin membuat dalam jumlah besar (stok meningkat), tetapi
               persediaan ingin stok rendah. Tujuan keduanya tidak selaras.


               Contoh Goal Congruence (Keselarasan Tujuan)

               Perusahaan kemudian memutuskan penerapan Just-In-Time (JIT) yang mengatur agar produksi
               dilakukan hanya saat dibutuhkan oleh penjualan, dan bahan baku masuk tepat waktu.





 2  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  3
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16