Page 12 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 12
SISTEM INFORMASI
DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI
• Subsistem produksi hanya memproduksi sesuai permintaan aktual.
• Subsistem persediaan menjaga jumlah stok minimum yang efisien.
• Subsistem keuangan tidak terbebani biaya penyimpanan berlebih.
• Subsistem penjualan bisa memastikan produk tersedia tanpa overstock.
Tujuan seluruh subsistem selaras, mendukung efisiensi dan kepuasan pelanggan, kondisi ini
menunjukan tercapainya goal congruence.
Agar dapat berjalan dengan baik, sebuah sistem informasi terdiri dari beberapa komponen
utama, yaitu:
IAI WEB VERSION
1. Pengguna (people), yaitu individu-individu yang mengoperasikan dan memanfaatkan
sistem.
2. Prosedur dan instruksi, yaitu aturan-aturan yang mengarahkan bagaimana data
dikumpulkan, diolah, dan disimpan.
3. Data, yaitu kumpulan fakta mentah tentang organisasi dan aktivitasnya yang menjadi
bahan dasar untuk diolah menjadi informasi.
4. Perangkat lunak (software), yang berfungsi untuk memproses data menjadi informasi yang
berguna.
5. Infrastruktur teknologi informasi, meliputi komputer, perangkat keras lainnya, serta
jaringan komunikasi yang mendukung operasional sistem informasi akuntansi.
6. Pengendalian internal dan mekanisme keamanan, yang bertujuan untuk melindungi
integritas dan kerahasiaan data dalam sistem informasi akuntansi.
Manusia memiliki batas kemampuan dalam memproses informasi yang diterima dalam satu
waktu. Ketika jumlah informasi yang diterima melebihi kapasitas tersebut, timbul kondisi yang
dikenal sebagai information overload. Dalam situasi ini, beberapa konsekuensi yang mungkin
terjadi antara lain adalah menurunnya kualitas pengambilan keputusan serta meningkatnya
biaya dalam penyediaan informasi.
Informasi yang bermanfaat dan bermakna memiliki sejumlah karakteristik penting. Karakteristik
tersebut mencakup: relevan, andal (reliable), lengkap, tepat waktu, mudah dipahami, dapat
diverifikasi, dan mudah diakses.
• Relevan berarti informasi tersebut mampu mengurangi ketidakpastian, mendukung
pengambilan keputusan, serta mengonfirmasi atau menyempurnakan ekspektasi
sebelumnya.
• Andal menunjukkan bahwa informasi bebas dari kesalahan atau bias dan secara akurat
mencerminkan kondisi atau peristiwa dalam organisasi.
• Lengkap berarti seluruh aspek penting dari suatu kejadian atau transaksi tercakup dalam
informasi tersebut.
• Tepat waktu berarti informasi tersedia pada saat dibutuhkan, sehingga tetap bernilai
untuk pengambilan keputusan.
• Mudah dipahami (understandable) artinya informasi disajikan dalam format yang jelas
dan mudah dibaca oleh pengguna.
4 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak

