Page 13 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 13

SISTEM INFORMASI
                 DAN PENGENDALIAN INTERNAL



                 •   Subsistem produksi hanya memproduksi sesuai permintaan aktual.
                 •   Subsistem persediaan menjaga jumlah stok minimum yang efisien.
                 •   Subsistem keuangan tidak terbebani biaya penyimpanan berlebih.
                 •   Subsistem penjualan bisa memastikan produk tersedia tanpa overstock.

                 Tujuan seluruh subsistem selaras, mendukung efisiensi dan kepuasan pelanggan, kondisi ini
                 menunjukan tercapainya goal congruence.

                 Agar dapat berjalan dengan baik, sebuah sistem informasi terdiri dari beberapa komponen
                 utama, yaitu:
                     IAI WEB VERSION
                 1.  Pengguna (people), yaitu individu-individu yang mengoperasikan dan memanfaatkan
                     sistem.

                 2.  Prosedur dan instruksi, yaitu aturan-aturan yang mengarahkan bagaimana data
                     dikumpulkan, diolah, dan disimpan.

                 3.  Data, yaitu kumpulan fakta mentah tentang organisasi dan aktivitasnya yang menjadi
                     bahan dasar untuk diolah menjadi informasi.
                 4.  Perangkat lunak (software), yang berfungsi untuk memproses data menjadi informasi yang
                     berguna.
                 5.  Infrastruktur teknologi informasi, meliputi komputer, perangkat keras lainnya, serta
                     jaringan komunikasi yang mendukung operasional sistem informasi akuntansi.
                 6.  Pengendalian internal dan mekanisme keamanan, yang bertujuan untuk melindungi
                     integritas dan kerahasiaan data dalam sistem informasi akuntansi.


                 Manusia memiliki batas kemampuan dalam memproses informasi yang diterima dalam satu
                 waktu. Ketika jumlah informasi yang diterima melebihi kapasitas tersebut, timbul kondisi yang
                 dikenal sebagai information overload. Dalam situasi ini, beberapa konsekuensi yang mungkin
                 terjadi antara lain adalah menurunnya kualitas pengambilan keputusan serta meningkatnya
                 biaya dalam penyediaan informasi.


                 Informasi yang bermanfaat dan bermakna memiliki sejumlah karakteristik penting. Karakteristik
                 tersebut mencakup: relevan, andal (reliable), lengkap, tepat waktu, mudah dipahami, dapat
                 diverifikasi, dan mudah diakses.
                 •   Relevan berarti informasi tersebut mampu mengurangi ketidakpastian, mendukung
                     pengambilan keputusan, serta mengonfirmasi atau menyempurnakan ekspektasi
                     sebelumnya.
                 •   Andal menunjukkan bahwa informasi bebas dari kesalahan atau bias dan secara akurat
                     mencerminkan kondisi atau peristiwa dalam organisasi.
                 •   Lengkap berarti seluruh aspek penting dari suatu kejadian atau transaksi tercakup dalam
                     informasi tersebut.
                 •   Tepat  waktu  berarti  informasi tersedia  pada  saat  dibutuhkan,  sehingga tetap  bernilai
                     untuk pengambilan keputusan.
                 •   Mudah dipahami (understandable) artinya informasi disajikan dalam format yang jelas
                     dan mudah dibaca oleh pengguna.







                 4                     Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18