Page 31 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 31
SISTEM INFORMASI SISTEM INFORMASI
BAB 2: DATA DAN SISTEM INFORMASI
DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI
Lebih lanjut, data dalam ledger diatur secara logis menggunakan sistem pengkodean (coding)
yang disusun secara sistematis agar memudahkan klasifikasi dan pelacakan informasi akuntansi.
No. Jenis Kode Penjelasan Contoh
Data diberi kode angka berurutan, No. transaksi: 1001, 1002, 1003, dst.
1 Sequence Code tanpa mempertimbangkan kategori
atau klasifikasi.
Data diberi kode dalam blok-blok Akun aset: 1000–1999,
2 Block Code angka tertentu untuk menunjukkan akun liabilitas: 2000–2999,
jenis atau kelompoknya. akun pendapatan: 4000–4999
Data diberi kode dengan Kode akun 101-01-01:
• IAI WEB VERSION
penggabungan beberapa digit, 101 = kas, 01 = kantor pusat, 01 =
3 Group Code
di mana setiap digit punya arti rupiah
tersendiri.
Kode yang mengandung arti INV-RM = Inventory Raw Material;
4 Mnemonic Code atau singkatan, biasanya berupa SAL-WJ = Sales Wilayah Jawa
kombinasi huruf dan/atau angka.
Dalam sistem informasi akuntansi, terdapat sejumlah komponen penting yang mendukung
proses pencatatan dan pelaporan keuangan secara terstruktur. Salah satunya adalah Chart
of Accounts (COA) atau daftar akun, yaitu himpunan akun-akun yang digunakan oleh
perusahaan untuk mencatat berbagai transaksi. Daftar akun ini disusun secara sistematis dan
dikelompokkan berdasarkan jenis akun, serta dirancang sesuai dengan kebutuhan operasional
dan standar pelaporan akuntansi yang dianut perusahaan.
Sebelum transaksi dicatat ke dalam buku besar (ledger), pencatatan awal biasanya dilakukan
melalui jurnal. Jurnal dapat berupa jurnal umum yang mencatat semua jenis transaksi secara
kronologis, maupun jurnal khusus yang digunakan untuk transaksi tertentu, seperti penjualan,
pembelian, atau pengeluaran kas.
Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, sistem informasi akuntansi juga mencatat
Audit Trail atau jejak audit, yaitu rekaman informasi yang menunjukkan alur perjalanan data
sejak dari titik masukan (input) hingga menghasilkan keluaran (output). Jejak ini berguna
sebagai referensi untuk pelacakan data dalam kegiatan audit maupun pengendalian internal.
Dalam sistem berbasis komputer, penyimpanan data menggunakan pendekatan yang terstruktur
berdasarkan istilah-istilah kunci seperti entity, attribute, field, record, data value, dan file.
Entity merujuk pada objek utama yang informasinya disimpan, seperti karyawan, pelanggan,
atau persediaan barang.
• Attribute merupakan karakteristik atau informasi yang dimiliki oleh entity, seperti nama,
alamat, jabatan, atau harga.
• Field adalah unit terkecil dari penyimpanan data secara fisik di komputer. Beberapa field
membentuk record, dan kumpulan record akan membentuk file. Record menyimpan data
aktual yang disebut sebagai data value.
Dalam pengelolaan file, dikenal dua jenis file utama:
• Master file, yaitu file permanen yang menyimpan data statis atau tetap yang digunakan
berulang dalam beberapa periode akuntansi, seperti data pelanggan atau daftar akun.
22 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 23
23
Hak Cipta

