Page 395 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 395
BAB 15: PELAPORAN TERINTEGRASI
15.2.6 Contoh Integrated Reporting Entitas
Berikut adalah link untuk contoh-contoh IR yang telah diterapkan oleh beberapa entitas:
1. Integrated Report Vodacom 2017
http://www.vodacom-reports.co.za/integrated-reports/i-2017/pdf/full-integrated.pdf
2. Integrated Report NedBank 2017
https://www.nedbank.co.za/content/dam/nedbank/site-assets/AboutUs/Information%20
Hub/Integrated%20Report/2017/2017%20Nedbank%20Group%20Integrated%20Report.pdf
3. Integrated Report Crown Estate 2017
https://www.thecrownestate.co.uk/media/2081/integrated-annual-report-2016-17.pdf
4. Integrated Report Transnet 2018
IAI WEB VERSION
https://www.transnet.net/InvestorRelations/AR2018/Transnet%20IR%202018.pdf
5. Integrated Report Sasol 2018
https://www.sasol.com/sites/default/files/financial_reports/Sasol%20IR_Web.pdf
15.3 PELAPORAN KEBERLANJUTAN (SUSTAINABILITY REPORTING)
DAN PELAPORAN TERINTEGRASI (INTEGRATED REPORTING)
SR adalah suatu bentuk pelaporan yang memadukan pelaporan sosial, lingkungan, keuangan,
dan tata kelola secara integral dan terpadu dalam satu paket pelaporan korporasi, dalam
pelaporan ini terdapat dua jenis informasi yang disajikan yaitu infomasi yang bersifat kuantitatif
yang menjelaskan tentang informasi keuangan dan informasi yang bersifat kualitatif yang
menjelaskan tentang informasi sosial dan lingkungan.
Tujuan dari SR adalah untuk menjamin sustainabilitas atau keberlangsungan korporasi, sosial,
dan lingkungan di masa-masa mendatang. Adapun pedoman yang lazim digunakan oleh
sebagian besar korporasi dalam praktik SR adalah pedoman yang diterbitkan Global Reporting
Intiative (GRI). Sebagian besar masih menggunakan standar GRI generasi ke-4 (G.4), namun
sebenarnya GRI telah memberlakukan standar baru pada tahun 2018 yang disebut sebagai
GRI Standards. Sementara itu, IR merupakan konsep pelaporan tahunan yang menyediakan
satu laporan yang sepenuhnya mengintegrasikan informasi keuangan dan non-keuangan
entitas (termasuk environmental, social, governance, dan intangibles).
Dengan semakin sadarnya sebagian besar korporasi terhadap kondisi krisis lingkungan yang
kian parah saat ini mampu mengubah paradigma bisnis yang menganjurkan bahwa dalam
berbisnis selain untuk memperoleh laba (profit), korporasi perlu juga peduli dan bertanggung
jawab melestarikan lingkungan (planet) serta meningkatkan kesejahteraan sosial (people).
Kondisi seperti ini membuat SR dan IR menjadi tren pelaporan korporasi saat ini. Dalam
menyikapi tren seperti ini akan banyak tantangan dan hambatan yang menghadang dalam
implementasi SR dan IR kedepannya.
Dengan adanya tren korporasi yang mulai menggunakan SR dan IR menjadi tantangan baru
sekaligus peluang bagi profesi akuntan dan dunia pendidikan untuk menyediakan sumber
daya manusia yang kompeten menguasai SR dan IR untuk memenuhi banyaknya permintaan
korporasi kedepannya. Namun di sisi lain terdapat juga hambatan dalam implementasi SR
dan IR saat ini dengan adanya paradigma akuntansi yang masih konvensional dan masih
386 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 387

