Page 75 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 75

SISTEM INFORMASI
 DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI              BAB 4: SISTEM INFROMASI DAN PENGENDALIAN INTERNAL



                         Teknologi                                  Evaluasi Risiko
                                        Perangkat IoT yang tersebar di berbagai titik (sensor, kamera, perangkat medis,
                                        dll.) menghadirkan risiko karena banyaknya titik masuk yang bisa dimanfaatkan
                                        peretas. Jika data dari sensor tidak terenkripsi atau perangkat tidak diawasi,
                    Internet of Things   pelanggaran keamanan dan gangguan fisik terhadap operasi sangat mungkin
                    (IoT)
                                        terjadi. COSO IC menekankan pentingnya aktivitas pengendalian atas aset
                                        digital dan fisik, sementara COBIT melalui DSS05 menegaskan perlunya
                                        pengamanan sistem end-to-end untuk perangkat IoT.
                                        Teknologi blockchain menjanjikan transparansi dan integritas data tinggi, namun
                                        tetap mengandung risiko seperti kesalahan dalam kontrak pintar, masalah
                                        interoperabilitas dengan  sistem lama, serta ketidakjelasan  hukum  terkait
                                        implementasi aset digital. Organisasi harus memastikan bahwa  blockchain
                IAI WEB VERSION
                    Blockchain
                                        digunakan dengan kontrol desain sistem yang memadai serta mekanisme
                                        pemulihan ketika terjadi kesalahan. COSO ERM mendorong perhatian pada
                                        tata kelola dan tanggapan risiko, sementara COBIT melalui BAI03 dan DSS06
                                        menekankan kontrol proses dan solusi yang terintegrasi.
                                        Penggunaan  cloud memungkinkan fleksibilitas dan efisiensi tinggi, namun
                                        risiko muncul bila organisasi kehilangan kendali atas data yang disimpan
                                        di vendor pihak ketiga. Selain itu, risiko ketergantungan terhadap satu
                                        penyedia (vendor lock-in) dan ancaman kebocoran lintas klien (multi-tenancy)
                    Cloud Computing
                                        dapat menyebabkan kerugian operasional dan hukum. COSO IC mendorong
                                        pengendalian terhadap aktivitas yang di-outsource, dan COBIT melalui APO13
                                        dan DSS01 menyediakan panduan untuk pengelolaan keamanan cloud dan
                                        operasi TI.
                                        AI memberikan  potensi otomatisasi  dan efisiensi  tinggi, namun juga
                                        menghadirkan  risiko serius seperti  bias algoritma,  kurangnya transparansi
                                        keputusan (black box model), serta keputusan otomatis yang tidak dapat
                    Artificial Intelligence   diaudit. Organisasi perlu memastikan bahwa AI tidak mengambil alih fungsi-
                    (AI)                fungsi kritis tanpa mekanisme kendali manusia. COSO ERM menekankan
                                        budaya risiko dan tata kelola etika teknologi, sementara COBIT melalui BAI05
                                        dan MEA03 menekankan manajemen perubahan organisasi dan pengawasan
                                        kepatuhan terhadap peraturan.


               4.5 PENGENDALIAN ATAS RISIKO TEKNOLOGI INFORMASI TERKINI

               Dalam menghadapi risiko dan tantangan keamanan teknologi informasi yang semakin kompleks,
               organisasi perlu menerapkan serangkaian pengendalian internal yang mencakup tindakan
               preventif, detektif, dan korektif untuk menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan
               sistem. Pengendalian ini juga meliputi perlindungan terhadap informasi sensitif dan privasi
               pelanggan, serta memastikan proses input, pemrosesan, dan output berjalan secara akurat
               dan dapat dipertanggungjawabkan.

               Panduan dari kerangka kerja internasional seperti COSO Internal Control, COSO  Enterprise
               Risk Management (ERM), dan COBIT 2019 memberikan landasan yang kuat bagi perusahaan
               untuk merancang dan menerapkan pengendalian sistem informasi yang efektif. Melalui tabel
               berikut, dijabarkan secara naratif berbagai jenis pengendalian dan praktik terbaik yang dapat
               diterapkan di lingkungan organisasi untuk mengelola risiko teknologi dan menjaga keandalan
               sistem informasi.











 66  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  67
   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80