Page 76 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 76

SISTEM INFORMASI
 DAN PENGENDALIAN INTERNAL                                  BAB 4: SISTEM INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERNAL



                             Teknologi                                  Evaluasi Risiko
                                             Perangkat IoT yang tersebar di berbagai titik (sensor, kamera, perangkat medis,
                                             dll.) menghadirkan risiko karena banyaknya titik masuk yang bisa dimanfaatkan
                                             peretas. Jika data dari sensor tidak terenkripsi atau perangkat tidak diawasi,
                        Internet of Things   pelanggaran keamanan dan gangguan fisik terhadap operasi sangat mungkin
                        (IoT)
                                             terjadi. COSO IC menekankan pentingnya aktivitas pengendalian atas aset
                                             digital dan fisik, sementara COBIT melalui DSS05 menegaskan perlunya
                                             pengamanan sistem end-to-end untuk perangkat IoT.
                                             Teknologi blockchain menjanjikan transparansi dan integritas data tinggi, namun
                                             tetap mengandung risiko seperti kesalahan dalam kontrak pintar, masalah
                                             interoperabilitas dengan  sistem lama, serta ketidakjelasan  hukum  terkait
                                             implementasi aset digital. Organisasi harus memastikan bahwa  blockchain
                        Blockchain
                     IAI WEB VERSION
                                             digunakan dengan kontrol desain sistem yang memadai serta mekanisme
                                             pemulihan ketika terjadi kesalahan. COSO ERM mendorong perhatian pada
                                             tata kelola dan tanggapan risiko, sementara COBIT melalui BAI03 dan DSS06
                                             menekankan kontrol proses dan solusi yang terintegrasi.
                                             Penggunaan  cloud memungkinkan fleksibilitas dan efisiensi tinggi, namun
                                             risiko muncul bila organisasi kehilangan kendali atas data yang disimpan
                                             di vendor pihak ketiga. Selain itu, risiko ketergantungan terhadap satu
                                             penyedia (vendor lock-in) dan ancaman kebocoran lintas klien (multi-tenancy)
                        Cloud Computing
                                             dapat menyebabkan kerugian operasional dan hukum. COSO IC mendorong
                                             pengendalian terhadap aktivitas yang di-outsource, dan COBIT melalui APO13
                                             dan DSS01 menyediakan panduan untuk pengelolaan keamanan cloud dan
                                             operasi TI.
                                             AI memberikan  potensi otomatisasi  dan efisiensi  tinggi, namun juga
                                             menghadirkan  risiko serius seperti  bias algoritma,  kurangnya transparansi
                                             keputusan (black box model), serta keputusan otomatis yang tidak dapat
                        Artificial Intelligence   diaudit. Organisasi perlu memastikan bahwa AI tidak mengambil alih fungsi-
                        (AI)                 fungsi kritis tanpa mekanisme kendali manusia. COSO ERM menekankan
                                             budaya risiko dan tata kelola etika teknologi, sementara COBIT melalui BAI05
                                             dan MEA03 menekankan manajemen perubahan organisasi dan pengawasan
                                             kepatuhan terhadap peraturan.

                   4.5 PENGENDALIAN ATAS RISIKO TEKNOLOGI INFORMASI TERKINI


                   Dalam menghadapi risiko dan tantangan keamanan teknologi informasi yang semakin kompleks,
                   organisasi perlu menerapkan serangkaian pengendalian internal yang mencakup tindakan
                   preventif, detektif, dan korektif untuk menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan
                   sistem. Pengendalian ini juga meliputi perlindungan terhadap informasi sensitif dan privasi
                   pelanggan, serta memastikan proses input, pemrosesan, dan output berjalan secara akurat
                   dan dapat dipertanggungjawabkan.

                   Panduan dari kerangka kerja internasional seperti COSO Internal Control, COSO  Enterprise

                   Risk Management (ERM), dan COBIT 2019 memberikan landasan yang kuat bagi perusahaan
                   untuk merancang dan menerapkan pengendalian sistem informasi yang efektif. Melalui tabel
                   berikut, dijabarkan secara naratif berbagai jenis pengendalian dan praktik terbaik yang dapat
                   diterapkan di lingkungan organisasi untuk mengelola risiko teknologi dan menjaga keandalan
                   sistem informasi.












 66  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  67
   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81