Page 298 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 298

PELAPORAN KORPORAT




                 Contoh 10.2 Akuisisi Bertahap:
                 Pada 1 Januari 20X6, PT C memiliki 25% kepemilikan di PT D dengan biaya perolehan Rp50 miliar.
                 PT C membeli tambahan 20% kepemilikan di PT D pada 31 Desember 20X7 senilai Rp30 miliar.
                 Sampai dengan 31 Desember 20X7, setelah tambahan kepemilikan 20%, PT C memiliki pengaruh yang
                 signifikan atas PT D. PT C bermaksud memperoleh pengendalian atas PT D sehingga menambah
                 kepemilikan 15% di PT D pada 1 Januari 20X9 dan membayar kas sebesar Rp32 miliar. Sesaat
                 sebelum akuisisi, nilai buku investasi PT C di PT D senilai Rp85 miliar dan nilai wajar aset bersih
                 PT D sebesar Rp200 miliar.
                 Diminta:
                 Tentukan goodwill, jika ada, yang timbul saat akuisisi pada 1 Januari 20X9
                 Jawaban:
                       IAI WEB VERSION
                 Setelah menambah kepemilikan 20%, persentase kepemilikan PT C di PT D menjadi 60%
                 (25%+20%+25%). Tanpa informasi lain, persentase kepemilikan 60% dapat menunjukkan adanya
                 pengendalian PT C atas PT D.
                                         Keterangan                            Jumlah (dalam miliar Rupiah)
                 Nilai wajar imbalan yang dialihkan                                         32
                 Nilai wajar kepemilikan, 45%, sebelum akuisisi {(Rp32 miliar /
                 15%) x 45%}                                                               96
                 Nilai wajar kepentingan {(Rp32 miliar / 15%) x 40%}                      85,33
                 Total                                                                    213,33
                 Dikurangi: nilai wajar aset bersih PT D                                   200
                 Goodwill                                                                 13,33
                 PT C juga mengakui keuntungan sebesar Rp11 miliar sebagai selisih nilai wajar kepemilikan sebelum
                 akuisisi 45%, Rp96 miliar, yang lebih besar dari nilai bukunya Rp85 miliar.


                 10.3  KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI

                 PSAK 338 par 04 menyatakan bahwa kombinasi bisnis entitas sepengendali merupakan
                 kombinasi bisnis antara bisnis (entitas) yang sebelum dan sesudah kombinasi bisnis
                 dikendalikan oleh pihak yang sama dan pengendaliannya tidak bersifat sementara. Transaksi
                 kombinasi bisnis entitas sepengendali menggunakan metode penyatuan kepemilikan
                 berdasarkan jumlah tercatat. Hal ini disebabkan tidak adanya perubahan substandi ekonomi
                 kepemilikan bisnis setelah transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali.

                 Bentuk kombinasi bisnis entitas sepengendali seperti:
                 1.  Entitas induk memindahkan sebagian aset bersih dari entitas anak yang dimilikinya
                     menjadi aset bersih entitas induk.
                 2.  Entitas induk perusahaan mengalihkan sebagian hak pemilikannya dalam suatu entitas
                     anak ke entitas anak lainnya yang dimiliki entitas induk.

                 3.  Entitas induk perusahaan menukar kepemilikannya atas sebagian aset bersih dalam
                     entitas anak dengan saham tambahan yang diterbitkan oleh entitas anak lainnya (yang
                     tidak dimiliki 100%).

                 Entitas yang menerima bisnis dan melepas bisnis, mengakui selisih antara imbalan yang
                 dialihkan dan yang diterima dengan jumlah tercatat di ekuitas serta menyajikannya sebagai
                 tambahan modal disetor. Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, unsur-unsur





                 290                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        291
   293   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303