Page 303 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 303
BAB 10: KOMBINASI BISNIS DAN KONSOLIDASI
4. Laba bersih konsolidasi, laba bersih untuk kepentingan non pengendali dan laba bersih untuk
kepentingan pengendali
Jumlah
Keterangan
(dalam jutaan Rupiah)
Laba operasi PT E, diluar pendapatan dari PT F 100
Laba bersih PT F 50
Dikurangi: amortisasi diferensial terkait beban penyusutan (5)
Laba bersih konsolidasi 145
Dikurangi: laba bersih untuk kepentingan nonpengendali
(Rp50 juta – 5 juta) X 20% 9
Laba bersih kepentingan pengendali 136
IAI WEB VERSION
Cara penentuan laba bersih konsolidasi, laba bersih untuk kepentingan non pengendali dan laba
bersih untuk kepentingan pengendali dengan metode ekuitas maupun biaya perolehan sama saja.
Contoh 10.5:
PT G mengakuisisi 80% kepemilikan saham PT H sebesar nilai buku aset bersih PT H pada 2 Januari
20X5 secara tunai. Nilai buku aset bersih PT H pada 2 Januari 20X5 terdiri dari modal saham Rp300
juta dan saldo laba Rp200 juta. Di tahun 20X5 PT H menjual persediaan dengan biaya perolehan
Rp60 juta ke PT G dengan harga Rp80 juta. Dari transaksi tersebut, sebanyak 90% persediaan
yang telah dijual kembali oleh PT G ke pihak eksternal sampai akhir tahun 20X5. Selain itu, PT G
menjual tanah senilai Rp200 juta yang dimilikinya ke PT H dengan harga Rp190 juta. Di akhir tahun
20X5, tanah ini masih digunakan oleh PT H. Selama tahun 20X5, PT G memperoleh laba sebelum
pendapatan dari anak perusahaan sebesar Rp100 juta dan PT H memperoleh laba bersih sebesar
Rp50 juta. PT H mengumumkan dividen tunai selama tahun 20X5 sebesar Rp20 juta.
Diminta:
1. Buat jurnal di pembukuan PT G selama tahun 20X5, jika PT G mencatat investasi di PT H
menggunakan metode biaya perolehan dan metode ekuitas.
2. Buat jurnal eliminasi di akhir tahun 20X5, jika PT G mencatat investasi di PT H menggunakan
metode biaya perolehan dan metode ekuitas.
3. Tentukan laba bersih konsolidasi, laba bersih yang dialokasikan ke kepentingan nonpengendali
dan laba bersih untuk kepentiangan pengendali, berdasarkan metode biaya perolehan dan
metode ekuitas.
Jawaban:
Analisis
A. Saat tanggal akuisisi, tidak timbul goodwill atau selisih nilai wajar dengan nilai buku aset bersih
karena PT G mengakuisisi PT H sebesar nilai buku aset bersih PT H.
B. Selama tahun 20X5, terjadi 2 (dua) transaksi antar entitas dalam kelompok usaha, yaitu:
1) Penjualan persediaan barang dari PT H (entitas anak) ke PT G (entitas induk), yang mana
arus transaksi diistilahkan bersifat upstream. Dari transaksi ini, diakhir periode tahun 20X5
masih terdapat laba belum terealisasi sebesar 10% nilai persediaan yang belum kembali oleh
PT G ke pihak eksternal. Laba yang belum terealisasi ini termasuk dalam nilai persediaan yang
tercatat sebagai persediaan akhir PT G di akhir tahun 20X5 sehingga laba ini akan dieliminasi
dalam rangka penyusunan laporan keuangan keuangan konsolidasian. Perhitungan laba yang
belum terelasasi sebagai berikut:
294 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 295

