Page 410 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 410
PELAPORAN KORPORAT
BAB 10 KOMBINASI BISNIS DAN KONSOLIDASI
Pilihan Ganda
1. B. Pengendalian atas satu atau lebih bisnis.
2. A. Imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas lain.
3. C. Dievaluasi penurunan nilainya
4. B. Dibebankan pada saat terjadinya.
5. D. Nilai buku awal modal disetor dan saldo laba entitas pengakuisisi.
6. B. Metode penyatuan kepemilikan berdasarkan jumlah tercatat.
7. C. Hanya dapat disajikan sebagai informasi tambahan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
8. C. Pos tambahan modal disetor di bagian ekuitas.
9. D. Mengamortisasi seluruh goodwill yang tersisa dari kombinasi bisnis masa lalu secara
prospektif.
10. D. Rp1,6 juta (Laba kotor total = Rp80 juta - Rp60 juta = Rp20 juta. Porsi persediaan akhir
= 10%. Maka laba belum terealisasi = 10% × Rp20 juta = Rp2 juta, di mana porsi nilai
riil eliminasi persediaannya tercatat sebesar Rp1,6 juta dari porsi tabel).
Esai
1. Perhitungan Nilai Wajar Aset Bersih dan Goodwill (dalam miliar Rupiah):
• Imbalan yang dialihkan: 70 juta lembar saham × Rp1.000 = Rp70 miliar
Nilai Wajar Aset Bersih PT B:
• IAI WEB VERSION
• Aset lancar: Rp60 miliar
• Aset tidak lancar: Rp180 miliar
• Liabilitas jangka pendek: (Rp30) miliar
• Liabilitas jangka panjang: (Rp160) miliar
• Total Nilai Wajar Aset Bersih: 60 + 180 - 30 - 160 = Rp50 miliar
• Goodwill: Imbalan yang dialihkan (Rp70) - Nilai wajar aset bersih (Rp50) = Rp20 miliar
2. • Pengertian Akuisisi Interim: Akuisisi interim adalah transaksi kombinasi bisnis yang
terjadi di antara dua periode pelaporan resmi (bukan di awal tahun buku). Dalam
kondisi ini, entitas pengakuisisi harus mengukur dan mengakui nilai aset bersih secara
tepat per tanggal terjadinya akuisisi tersebut.
• Alasan Eliminasi Saldo Sebelum Akuisisi: Akun pendapatan, beban, dividen, dan
perubahan saldo laba entitas anak untuk periode sebelum tanggal akuisisi harus
dieliminasi untuk memastikan bahwa informasi keuangan entitas anak yang disajikan
di dalam laporan keuangan konsolidasian hanya menunjukkan informasi kinerja
keuangan yang dihitung sejak tanggal akuisisi dan periode setelahnya.
• Contoh Perhitungan Nilai Buku Aset Bersih (per 1 Juli 20X5):
• Nilai buku aset bersih awal (1 Januari 20X5): Rp500 juta
• Ditambah: Laba bersih periode 1 Januari – 30 Juni 20X5: Rp30 juta
• Dikurangi: Dividen dibagikan periode 1 Januari – 30 Juni 20X5: -Rp10 juta
• Nilai Buku Aset Bersih per 1 Juli 20X5: 500 + 30 - 10 = Rp520 juta.
402 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 403

