Page 97 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 97
BAB 4: ASET LANCAR
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari modul ini, pembelajar diharapkan dapat:
1. Menjelaskan kriteria dan cakupan aset lancar.
2. Menerapkan dan menganalisis akuntansi persediaan di perusahaan manufaktur.
3. Menerapkan akuntansi untuk persediaan yang berasal dari aset biolojik.
4. Mengevaluasi kebijakan akuntansi persediaan yang diterapkan oleh perusahaan.
5. Mengevaluasi penerapan akuntansi aset dikuasai untuk dijual.
IAI WEB VERSION
PENDAHULUAN
Modul ini terdiri dari tiga topik utama pembahasan. Topik pertama adalah aset lancar yang
mencakup kriteria dan contoh. Topik kedua adalah akuntansi persediaan baik untuk perusahaan
dagang, perusahaan manufaktur, dan perusahaan agrikultur. Pembahasan akuntansi persediaan
tersebut mencakup pengakuan awal, pengukuran, sistem pencatatan, serta rumus biaya. Topik
ketiga adalah akuntansi aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual dan kelompok lepasan.
Pembahasan akuntansi aset tidak lancar yang dikuasai untuk dijual dan kelompok lepasan
tersebut mencakup kriteria, pengakuan dan pengukuran, serta penyajian.
4.1 PENGERTIAN ASET LANCAR
Aset lancar merupakan kas dan aset lain yang diperkirakan akan dikonversi menjadi kas, atau
dijual, atau digunakan perusahaan dalam satu tahun atau dalam satu siklus operasi normal,
mana yang lebih panjang. Siklus operasi normal merupakan periode waktu rata-rata sejak
perusahaan memperoleh persediaan hingga menerima kas dari penjualan produk tersebut.
Siklus tersebut dimulai dari pengeluaran kas untuk membeli persediaan, memproduksi
persediaan, mengakui piutang, hingga penerimaan kas dari pelunasan piutang. Ketika siklus
operasi tersebut terjadi dalam satu tahun, maka perusahaan biasanya menggunakan periode
dua belas bulan. Sebaliknya jika siklus tersebut lebih lama dibanding satu tahun, maka
perusahaan menggunakan periode yaitu dua belas bulan.
Kriteria aset lancar lebih rinci dijelaskan dalam Bab 3: Penyajian Laporan Keuangan. Suatu
aset diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika memenuhi salah satu dari kriteria berikut:
1. Aset tersebut diperkirakan akan direalisasikan, atau terdapat intensi untuk dijual atau
digunakan dalam siklus operasi normal. Siklus operasi merupakan jangka waktu antara
perolehan aset untuk pemrosesan dan realisasinya menjadi kas atau setara kas. Ketika
tidak dapat teridentifikasi, maka siklus operasi normal diasumsikan dua belas bulan.
2. Aset tersebut dimiliki untuk tujuan diperdagangkan.
3. Aset tersebut diperkirakan akan direalisasikan dalam jangka waktu dua belas bulan.
4. Aset tersebut merupakan kas atau setara kas, kecuali aset tersebut dibatasi pertukaran
atau penggunaanya untuk menyelesaikan liabilitas sekurang-kurangnya dua belas bulan
setelah periode pelaporan.
88 Hak Cipta Hak Cipta 89
88
89
Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak
Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak

