Page 100 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 100
PELAPORAN KORPORAT
Untuk mengilustrasikan perbedaan pencatatan dengan metode perpetual dan periodik,
asumsikan PT ProSell yang menjual produk A memiliki transaksi berikut:
Transaksi Pencatatan Perpetual Pencatatan Periodik
Persediaan awal: 100 unit Tidak ada penjurnalan Tidak ada penjurnalan
dengan harga per unit
Rp10.000
Pembelian 50 unit dengan Persediaan Rp500.000 Pembelian Rp500.000
harga per unit Rp10.000 Utang Dagang Rp500.000 Utang Dagang Rp500.000
secara kredit. Beban Persediaan Rp40.000 Beban Angkut Pembelian Rp40.000
angkut pembelian (FOB Utang Dagang Rp40.000 Utang Dagang Rp40.000
shipping point) Rp40.000.
IAI WEB VERSION
Retur pembelian 5 Utang Dagang Rp50.000 Utang Dagang Rp50.000
unit dengan harga/unit Persediaan Rp50.000 Retur Pembelian Rp50.000
Rp10.000.
Penjualan 80 unit dengan Piutang Dagang Rp1.200.000* Piutang Dagang Rp1.200.000*
harga per unit Rp15.000 Penjualan Rp1.200.000 Penjualan Rp1.200.000
secara kredit BPP Rp800.000**
Persediaan Rp800.000
*80 x Rp15.000
**80 x Rp10.000 *80 x Rp15.000
Retur penjualan 10 unit. Retur Penjualan Rp150.000* Retur Penjualan Rp150.000*
Persediaan Rp100.000** Piutang Dagang Rp150.000
Piutang Dagang Rp150.000 *10 x Rp15.000
BPP Rp100.000
*10 x Rp15.000
**10 x Rp10.000
Saldo persediaan akhir Tidak ada penjurnalan Persediaan (akhir) Rp 750.000*
berdasarkan perhitungan Buku besar persediaan menunjukkan BPP Rp 740.000**
fisik adalah 75 unit Retur Pembelian Rp50.000
nilai sebagai berikut:
Rp1.000.000 + Rp540.000 Persediaan (awal) Rp1.000.000
-Rp50.000 – Rp800.000 + Pembelian Rp500.000
Rp100.000 = Rp790.000 Beban angkut pembelian Rp40.000
*75 x Rp10.000 = Rp750.000
Buku besar BPP menunjukkan nilai
sebagai berikut: **Perhitungan BPP:
Rp800.000 – Rp100.000 = Persediaan awal Rp1.000.000
Rp700.000 + Pembelian Rp500.000 +
Biaya angkut Rp40.000 – Retur
Pembelian Rp50.000 – Persediaan
akhir Rp750.000 = Rp740.000
Pada metode pencatatan perpetual, perhitungan fisik tetap perlu dilakukan untuk memverifikasi
pencatatan buku besar persediaan dengan perhitungan fisiknya. Melanjutkan ilustrasi PT
Prosell, misalkan diketahui bahwa unit persediaan akhir adalah sebanyak 70 unit atau senilai
dengan Rp700.000, sedangkan nilai persediaan akhir menurut catatan sebesar Rp790.000.
Dengan demikian, persediaan harus diturunkan sebesar Rp90.000 (Rp790.000 – Rp700.000).
Jurnal yang dicatat PT ProSell terkait penurunan persediaan tersebut adalah:
92 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 93

