Page 99 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 99
BAB 4: ASET LANCAR
b. Alokasi overhead produksi tetap dan variabel yang timbul dalam mengkonversi menjadi
barang jadi. Contoh overhead produksi tetap adalah penyusutan dan pemeliharaan
bangunan dan peralatan pabrik, serta biaya manajemen dan administrasi pabrik.
Contoh overhead produksi variable adalah bahan tidak langsung dan biaya tenaga
kerja tidak langsung.
3. Biaya lain. Biaya merupakan biaya persediaan sepanjang biaya tersebut timbul agar
persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Misalnya dalam keadaan tertentu
diperkenankan untuk memasukkan overhead nonproduksi atau biaya perancangan produk
untuk pelanggan tertentu sebagai biaya persediaan. Namun demikian, terdapat biaya-
biaya yang tidak dapat diperhitungkan sebagai persediaan dan harus dibebankan pada
IAI WEB VERSION
periode terjadinya yaitu:
a. Jumlah yang tidak normal atas pemborosan bahan, tenaga kerja, atau biaya produksi
lain.
b. Biaya penyimpanan, kecuali biaya tersebut diperlukan dalam proses produksi sebelum
dilanjutkan pada tahap produksi berikut.
c. Biaya administrasi dan umum yang tidak memberikan kontribusi untuk membuat
persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.
d. Biaya penjualan.
Untuk perusahaan jasa, biaya persediaan tersebut meliputi biaya tenaga kerja dan biaya
personalia lain yang secara langsung menangani pemberian jasa, termasuk personel penyelia,
dan overhead yang dapat diatribusikan. Sedangkan, biaya tenaga kerja dan biaya lain yang
terkait dengan personalia penjualan dan administrasi umum tidak termasuk sebagai biaya
persediaan tetapi diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Biaya persediaan pemberi
jasa tidak termasuk marjin laba atau overhead yang tidak dapat diatribusikan yang seringkali
merupakan faktor pembebanan harga oleh pemberi jasa.
Metode Pencatatan
Terdapat dua metode untuk mencatat persediaan, yaitu metode perpetual dan metode periodik.
Metode pencatatan perpetual adalah metode yang mencatat perubahan persediaan secara
terus menerus sehingga nilai persediaan akan selalu termuktahirkan. Nilai persediaan akhir
dan beban pokok penjualan (BPP) akan tercermin dalam buku besar kedua akun tersebut.
Sedangkan, metode pencatatan periodik adalah metode dimana perusahaan menentukan
kuantitas persediaan akhir secara periodik dan menghitung BPP di akhir periode.
Rumus perhitungan BPP dengan metode periodik adalah sebagai berikut:
Persediaan awal xxx
(+) Pembelian xxx
(-) Retur pembelian (xxx)
(-) Potongan pembelian (xxx)
(-) Persediaan akhir (xxx)
Beban pokok penjualan xxx
90 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 91

