Page 125 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 125

SISTEM INFORMASI
                 DAN PENGENDALIAN INTERNAL                                                                                                                          BAB 8: SIKLUS PROSES BISNIS PENDUKUNG: BUKU BESAR DAN PELAPORAN



                 dan tentunya akan banyak waktu yang terbuang dari sisi entitas yang menyajikan laporan
                 keuangan dan juga pihak yang akan memprosesnya.



                 Dalam contoh yang lain, terkadang informasi tersebut dapat bersumber dari mengetik ulang
                 nilai di laporan keuangan dari semula format kertas, atau mengcopy dari format PDF. Aktivitas
                 ini tentunya rentan dengan kesalahan.

                 Apabila isi dari informasi, dibuatkan terstandar, diharapkan persoalan inefisiensi dan potensi
                 kesalahan ini dapat dihindari.

                     IAI WEB VERSION
                 Perumusan standar data dalam laporan bisnis ini difasilitasi dengan keberadaan  Extensible
                 Business Reporting Language (XBRL), yang merupakan varian dari XML, dengan kekhususan
                 data keuangan.

                 Agar sebuah laporan keuangan dapat terbaca secara standar oleh teknologi XBRL, maka perlu
                 dilakukan proses pemberian tanda (tags) untuk setiap item seperti HTML tags. Tag berisi nama
                 yang mewakili line item di laporan keuangan, selain nama juga terdapat informasi lain di tag
                 seperti tahun, satuan ukur, dan hal lain yang dianggap mewakili data yang dilaporkan. Sebagai
                 seorang akuntan, kita tidak perlu menulis sendiri kode XBRL namun dapat memanfaatkan
                 software yang dikembangkan khusus untuk membuat kode XBRL dengan cara yang mudah.
                 XBRL diharapkan mampu member manfaat pada entitas berupa terciptanya laporan keuangan
                 secara tepat waktu dalam format yang bisa dipakai oleh pihak manapun. Dari sisi pengguna,
                 tidak perlu lagi melakukan proses mengetik kembali secara manual data laporan keuangan
                 yang mereka terima dalam format yang tidak sesuai dengan alat analisis mereka.

                 8.4 ANCAMAN DAN PENGENDALIAN YANG DITERAPKAN DALAM
                      SIKLUS BUKU BESAR DAN PELAPORAN


                 Pada bagian ini, kita akan analisis apakah perusahaan perlu mewaspadai adanya penyimpangan
                 dan bahaya yang terjadi pada proses pemutakhiran buku besar dan pelaporan? Penyimpangan
                 ataupun bahaya ini dapat terjadi secara umum, misalkan karena perusahaan tidak memiliki
                 data induk kode akun yang akurat dan dijaga dengan baik, sehingga rentan mengalami error
                 dan kesalahan, ataupun karena data induk disabotase oleh pengguna yang tidak berwenang.


                 Selain itu, bahaya juga dapat terjadi karena pegawai perusahaan yang bertanggung jawab
                 dengan pemutakhiran buku besar, tidak memiliki pengetahuan yang cukup atas proes pelaporan
                 keuangan dan pemahaman  atas standar akuntansi. Kondisi ini dapat mengakibatkan nilai
                 pemutakhiran dan pelaporan menjadi tidak tepat.





















                 116                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        117
   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130