Page 124 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 124

SISTEM INFORMASI
            DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI                                                                                                          BAB 8: SIKLUS PROSES BISNIS PENDUKUNG: BUKU BESAR DAN PELAPORAN



            dan tentunya akan banyak waktu yang terbuang dari sisi entitas yang menyajikan laporan
            keuangan dan juga pihak yang akan memprosesnya.


            Dalam contoh yang lain, terkadang informasi tersebut dapat bersumber dari mengetik ulang
            nilai di laporan keuangan dari semula format kertas, atau mengcopy dari format PDF. Aktivitas
            ini tentunya rentan dengan kesalahan.


            Apabila isi dari informasi, dibuatkan terstandar, diharapkan persoalan inefisiensi dan potensi
            kesalahan ini dapat dihindari.
                IAI WEB VERSION
            Perumusan standar data dalam laporan bisnis ini difasilitasi dengan keberadaan  Extensible
            Business Reporting Language (XBRL), yang merupakan varian dari XML, dengan kekhususan
            data keuangan.


            Agar sebuah laporan keuangan dapat terbaca secara standar oleh teknologi XBRL, maka perlu
            dilakukan proses pemberian tanda (tags) untuk setiap item seperti HTML tags. Tag berisi nama
            yang mewakili line item di laporan keuangan, selain nama juga terdapat informasi lain di tag
            seperti tahun, satuan ukur, dan hal lain yang dianggap mewakili data yang dilaporkan. Sebagai
            seorang akuntan, kita tidak perlu menulis sendiri kode XBRL namun dapat memanfaatkan
            software yang dikembangkan khusus untuk membuat kode XBRL dengan cara yang mudah.
            XBRL diharapkan mampu member manfaat pada entitas berupa terciptanya laporan keuangan
            secara tepat waktu dalam format yang bias dipakai oleh pihak manapun. Dari sisi pengguna,
            tidak perlu lagi melakukan proses mengetik kembali secara manual data laporan keuangan
            yang mereka terima dalam format yang tidak sesuai dengan alat analisis mereka.

            8.4 ANCAMAN DAN PENGENDALIAN YANG DITERAPKAN DALAM
                 SIKLUS BUKU BESAR DAN PELAPORAN

            Pada bagian ini, kita akan analisis apakah perusahaan perlu mewaspadai adanya penyimpangan
            dan bahaya yang terjadi pada proses pemutakhiran buku besar dan pelaporan? Penyimpangan
            ataupun bahaya ini dapat terjadi secara umum, misalkan karena perusahaan tidak memiliki
            data induk kode akun yang akurat dan dijaga dengan baik, sehingga rentan mengalami error
            dan kesalahan, ataupun karena data induk disabotase oleh pengguna yang tidak berwenang.


            Selain itu, bahaya juga dapat terjadi karena pegawai perusahaan yang bertanggung jawab
            dengan pemutakhiran buku besar, tidak memiliki pengetahuan yang cukup atas proes pelaporan
            keuangan dan pemahaman  atas standar akuntansi. Kondisi ini dapat mengakibatkan nilai
            pemutakhiran dan pelaporan menjadi tidak tepat.




















             116                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        117
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129