Page 18 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 18

SISTEM INFORMASI
            DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI



            efisiensi operasional, keandalan pelaporan keuangan, dan kepatuhan terhadap peraturan
            yang berlaku.

            Pengendalian internal merupakan proses yang diterapkan untuk menyediakan keyakinan yang
            memadai bahwa tujuan-tujuan pengendalian dapat dicapai.
            1.  Tujuan-tujuan pengendalian tersebut adalah:
            2.  Menjaga aset:  mencegah atau mendeteksi  akuisisi yang tidak  terotorisasi, penggunaan
                atau penghapusan.

            3.  Memastikan  bahwa  laporan-laporan  yang  ada  mencatat  dan  melaporkan  aset-aset
                perusahaan secara akurat dan wajar
                IAI WEB VERSION
            4.  Menyediakan informasi yang akurat dan andal.
            5.  Menyiapkan laporan keuangan berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan.
            6.  Mendorong tercapaikan kepatuhan-kepatuhan terhadap kebijakan-kebijakan manajerial.

            Kepatuhan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku.
            Pengendalian internal menjalankan tiga fungsi dasar yaitu:
            1.  Pengendalian preventive (Preventive Controls)
                Pengendalian ini bertujuan untuk mencegah agar masalah tidak  terjadi.
            2.  Pengendalian deteksi (Detective Controls)
                Pengendalian ini bertujuan untuk menemukan masalah yang timbul ketika masalah ini
                belum dapat dicegah untuk tidak terjadi.

            3.  Pengendalian koreksi (Corrective Controls)
                Pengendalian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah maupun
                memperbaiki keadaan ketika masalah telah terjadi.

            Secara umum pengendalian internal dapat dikelompokan menjadi dua kategori yaitu:
            1.  Pengendalian umum (general controls)
                Merupakan pengendalian yang dijalankan untuk memastikan bahwa lingkungan
                pengendalian pada tingkat organisasi berada pada keadaan yang stabil dan di kelola
                dengan baik, misalnya keamanaan, infrastruktur teknologi informasi, pembelian perangkat
                lunak, pengembangan serta perawatan.
            2.  Pengendalian aplikasi (application controls)
                Pengendalian ini dijalankan untuk memastikan bahwa transaksi diproses secara benar,
                hal menjadi fokus dalam pengendalian ini adalah: keakuratan, kelengkapan, validititas
                dan otorisasi dari data yang direkam, dimasukkan, diproses dan dikirimkan ke sistem
                yang lain maupun yang dilaporkan.

            Kerangka-kerangka kerja yang dapat digunakan untuk mengembangkan pengendalian internal
            adalah COBIT, COSO dan COSO Enterprise Risk Management Framework.
            1.  Khusus untuk manajemen risiko, COSO mengembangkan  Enterprise Risk Management-
                Integrated  Frame Work (ERM) yang prinsipnya dikembangkan dengan maksud untuk
                meningkatkan proses-proses pengelolaan risiko (risk management). Dasar-dasar
                pengembangan ERM ini adalah:







             10                    Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23