Page 132 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 132
SISTEM INFORMASI
DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI BAB 9: INTERNAL CONTROL OVER FINANCIAL REPORTING
Pengendalian internal atas pelaporan keuangan mencakup kebijakan dan prosedur yang:
1. Berkaitan dengan pemeliharaan catatan yang cukup detail, akurat dan mencerminkan
transaksi dan sifat aset perusahaan.
2. Memberikan keyakinan yang memadai bahwa transaksi telah dicatat sebagaimana
diperlukan untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum, dan bahwa penerimaan dan pengeluaran perusahaan
dibuat sesuai dengan kewenangan manajemen dan direksi perusahaan.
3. Memberikan keyakinan memadai tentang pencegahan atau deteksi atas perolehan,
penggunaan, atau disposisi aset perusahaan yang tidak sah secara tepat waktu yang bisa
berdampak material terhadap laporan keuangan.
Dengan demikian, perusahaan dengan ukuran relatif besar, frekuensi transaksi keuangan
tinggi, nilai transaksi keuangan yang besar, kompleksitas pemrosesan transaksi yang beragam,
proses bisnis yang beragam dan tersebar di berbagai lokasi perlu mengimplementasikan
pengendalian internal atas pelaporan keuangan ini.
Pengendalian internal atas pelaporan keuangan (internal control over financial reporting
- ICoFR) memberikan keyakinan memadai terhadap keandalan pelaporan keuangan dan
penyusunan laporan keuangan untuk pihak eksternal. Cakupan ICOFR
• Entity-Level Control (ELC): Kontrol tingkat entitas (governance, tone at the top).
• Transaction-Level Control (TLC): Proses akuntansi dan transaksi.
• IAI WEB VERSION
IT General Control (ITGC): Akses, pengembangan, dan operasi sistem IT.
Klasifikasi Defisiensi ICOFR
• Control Deficiency: Lemah tapi belum signifikan.
• Significant Deficiency: Perlu perhatian manajemen pengawasan.
• Material Weakness: Bisa mengakibatkan salah saji material dalam laporan keuangan.
Jika terdapat satu atau lebih kelemahan yang material (material weaknesses), sistem
pengendalian internal atas pelaporan keuangan entitas tidak dapat dianggap berjalan efektif.
9.2 TERMINOLOGI DALAM MENGEVALUASI CONTROL DEFICIENCY
Kelemahan dalam pengendalian (control deficiency) terjadi ketika desain atau penerapan
pengendalian tidak memberikan kesempatan manajemen atau karyawan, dalam kondisi
normal, untuk menjalankan fungsi yang ditugaskan untuk mencegah atau mendeteksi salah
saji secara tepat waktu.
Kelemahan dalam desain terjadi ketika:
1. Pengendalian yang diperlukan untuk mencapai tujuan pengendalian tidak ada
2. Pengendalian yang ada saat ini tidak didesain secara tepat .
Kelemahan dalam operasional terjadi ketika:
1. Pengendalian yang sudah didesain dengan baik tidak dijalankan.
2. Personel yang melakukan pengendalian tidak memiliki otoritas atau kualifikasi yang
memadai untuk menjalankan pengendalian tersebut secara efektif.
124 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 125

