Page 132 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 132

SISTEM INFORMASI
 SISTEM INFORMASI
 DAN PENGENDALIAN INTERNALAN PENGENDALIAN INTERNAL
 D                                                           BAB 9: INTERNAL CONTROL OVER FINANCIAL REPORTING


                     TUJUAN PEMBELAJARAN:

                     1.  Mengidentifikasi major threat dalam aktivitas pelaporan dan mengevaluasi kecukupan pengendalian
                         internal.
                     2.   Memahami dampak pengembangan TI seperti XBRL dan perubahan requirement dalam pelaporan
                         kepihak eksternal terhadap desain buku besar dan sistem pelaporan.



                   9.1  DEFINISI ICOFR


                   Pengendalian internal atas pelaporan keuangan (internal control over financial reporting-ICoFR)
                     IAI WEB VERSION
                   adalah proses yang didesain oleh, atau di bawah pengawasan pimpinan perusahaan, dan
                   pimpinan bagian keuangan dan dipengaruhi oleh Dewan Direksi, manajemen dan karyawan
                   lainnya untuk memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance) terkait:
                   1.  Keandalan pelaporan keuangan

                   2.  Penyusunan pelaporan keuangan untuk pihak eksternal sesuai dengan prinsip akuntansi
                       yang berlaku umum
                       (Auditing Standard No. 5 par. A5)

                   Manfaat program pengendalian internal atas pelaporan keuangan:
                   1.  Meningkatnya efektivitas dan efisiensi operasi perusahaan
                   2.  Meningkatnya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
                   3.  Mudahnya penilaian terhadap perusahaan.
                   4.  Efektivitas desain dan operasi pengendalian

                   5.  Laporan keuangan dan disclosure yang handal
                   6.  Pengambilan keputusan yang lebih tepat
                   7.  Tingkat kepercayaan atas laporan keuangan yang menguat
                   8.  Kemampuan untuk penetrasi pasar modal.

                   9.  Reputasi baik di mata stakeholders.
                   10.  Proses audit keuangan yang berjalan lancar.
                   Pengendalian internal pada dasarnya adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan, bukan
                   tujuan itu sendiri. Pengendalian internal dilaksanakan oleh personil dan bukan hanya mengenai
                   kebijakan dan formulir. Diharapkan dengan adanya pengendalian internal dapat memberikan
                   keyakinan yang memadai (reasonable assurance), bukan jaminan mutlak (absolute assurance).
                   Dalam pengendalian internal dimungkinkan terdapat beberapa tujuan berbeda sekaligus,
                   akan tetapi tujuan-tujuan tersebut tetap bersinggungan.


                   Pengendalian  internal  tidak  hanya  berupa  satu  kejadian  atau  keadaan,  namun  serangkaian
                   tindakan yang meluas (pervasive) dan tersebar diseluruh kegiatan entitas. Pengendalian internal
                   adalah bagian dari proses bisnis yang dikelola melalui proses manajemen, perencanaan,
                   pelaksanaan  dan  pengawasan.  Sebagai  bagian  dari  bisnis,  pengendalian  internal  harus
                   dapat  terintegerasi  dan  mendukung  proses  bisnis  lain agar berjalan  dan membantu proses
                   pemantauan pencapaian kinerja.








 122
 122  Hak Cipta    Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        123
 Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137