Page 133 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 133

SISTEM INFORMASI
 DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI               BAB 9: INTERNAL CONTROL OVER FINANCIAL REPORTING



               Kelemahan signifikan (significant deficiency) adalah kelemahan pengendalian, atau gabungan
               dari beberpa kelemahan pengendalian, yang berdampak negatif terhadap kemampuan
               perusahaan untuk melakukan inisiasi, otorisasi, pembukuan, memproses dan melaporkan
               data keuangan kepada pihak eksternal sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum;
               sehingga terdapat lebih dari kemungkinan kecil (remote likelihood) bahwa salah saji dalam
               pelaporan keuangan tahunan atau interimterjadi tidak dapat dicegah atau dideteksi.


               Kelemahan material (material weakness) adalah kelemahan signifikan, atau kombinasi beberapa
               kelemahan  signifikan  yang  menghasilkan  kemungkinan  yang  reasonable  bahwa  salah  saji
               material pada laporan keuangan tahunan atau interim tidak dapat dicegah atau dideteksi.
                IAI WEB VERSION
               Terdapat tiga terminologi yang digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan:
               1.  Probable: besar kemungkinan kejadian tersebut terjadi atau terjadi di masa depan (likely

                   to occure).
               2.  Reasonably possible: kemungkinan terjadinya hal tersebut di masa mendatang atau kejadian
                   tersebut terjadi lebih daripada remote tetapi lebih kecil daripada likely.
               3.  Remote: kemungkinan terjadinya kejadian tersebut di masa datang atau kejadian tersebut
                   terjadi relatif kecil (slight).
               Dengan demikian, ketika disebutkan bahwa kemungkinan terjadinya  “more than remote”
               adalah antara reasonably possible atau probable. Kelemahan signifikan (significant deficiency)
               ini levelnya berada di bawah kelemahan material (material weakness) dan cukup penting untuk
               mendapat perhatian oleh orang-orang yang bertanggung jawab atas pelaporan keuangan entitas.


               Tujuan pengujian (test objective): desain pengujian aktivitas pengendalian untuk menentukan
               apakah pengendalian beroperasi sebagaimana yang didesain. Pertimbangan: sifat dari
               pengendalian dan definisi exception, frekuensi pengendalian, tingkat keyakinan yang
               diharapkan.

               Tujuan pengendalian (control objective): tujuan terkait pengendalian internal atas pelaporan
               keuangan untuk mencapai asersi yang mendasari pelaporan keuangan perusahaan.

               9.3 KERANGKA DALAM MENGEVALUASI CONTROL EXCEPTION DAN
                    DEFICIENCY

               Audit Standard No. 5 memberikan persyaratan dan memberikan arahan untuk auditor dalam
               melakukan audit atas penilaian manajemen terkait efektivitas dari pengendalian internal atas
               pelaporan keuangan, yang juga menyediakan kerangka untuk evaluasi control exception dan
               deficiency.


               Kerangka yang digunakan mendefinisikan langkah untuk penilaian, termasuk:
               1.  Definisi apakah temuan merupakan control exception atau control deficiency.
               2.  Menentukan apakah  control deficiency tersebut dianggap sebagai  deficiency, significant
                   deficiency, atau material weakness.











 124  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  125
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138