Page 134 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 134

SISTEM INFORMASI
 DAN PENGENDALIAN INTERNAL                                   BAB 9: INTERNAL CONTROL OVER FINANCIAL REPORTING



                   Kelemahan signifikan (significant deficiency) adalah kelemahan pengendalian, atau gabungan
                   dari beberpa kelemahan pengendalian, yang berdampak negatif terhadap kemampuan
                   perusahaan untuk melakukan inisiasi, otorisasi, pembukuan, memproses dan melaporkan
                   data keuangan kepada pihak eksternal sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum;
                   sehingga terdapat lebih dari kemungkinan kecil (remote likelihood) bahwa salah saji dalam
                   pelaporan keuangan tahunan atau interim terjadi tidak dapat dicegah atau dideteksi.


                   Kelemahan material (material weakness) adalah kelemahan signifikan, atau kombinasi beberapa
                   kelemahan  signifikan  yang  menghasilkan  kemungkinan  yang  reasonable  bahwa  salah  saji
                   material pada laporan keuangan tahunan atau interim tidak dapat dicegah atau dideteksi.
                   Terdapat tiga terminologi yang digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan:
                     IAI WEB VERSION
                   1.  Probable: besar kemungkinan kejadian tersebut terjadi atau terjadi di masa depan (likely
                       to occure).

                   2.  Reasonably possible: kemungkinan terjadinya hal tersebut di masa mendatang atau kejadian
                       tersebut terjadi lebih daripada remote tetapi lebih kecil daripada likely.

                   3.  Remote: kemungkinan terjadinya kejadian tersebut di masa datang atau kejadian tersebut
                       terjadi relatif kecil (slight).
                   Dengan demikian, ketika disebutkan bahwa kemungkinan terjadinya  “more than remote”
                   adalah antara reasonably possible atau probable. Kelemahan signifikan (significant deficiency)
                   ini levelnya berada di bawah kelemahan material (material weakness) dan cukup penting untuk
                   mendapat perhatian oleh orang-orang yang bertanggung jawab atas pelaporan keuangan entitas.

                   Tujuan pengujian (test objective): desain pengujian aktivitas pengendalian untuk menentukan
                   apakah pengendalian beroperasi sebagaimana yang didesain. Pertimbangan: sifat dari
                   pengendalian dan definisi exception, frekuensi pengendalian, tingkat keyakinan yang
                   diharapkan.


                   Tujuan pengendalian (control objective): tujuan terkait pengendalian internal atas pelaporan
                   keuangan untuk mencapai asersi yang mendasari pelaporan keuangan perusahaan.

                   9.3 KERANGKA DALAM MENGEVALUASI CONTROL EXCEPTION DAN
                        DEFICIENCY

                   Audit Standard No. 5 memberikan persyaratan dan memberikan arahan untuk auditor dalam
                   melakukan audit atas penilaian manajemen terkait efektivitas dari pengendalian internal atas
                   pelaporan keuangan, yang juga menyediakan kerangka untuk evaluasi control exception dan
                   deficiency.

                   Kerangka yang digunakan mendefinisikan langkah untuk penilaian, termasuk:

                   1.  Definisi apakah temuan merupakan control exception atau control deficiency.
                   2.  Menentukan apakah  control deficiency tersebut dianggap sebagai  deficiency, significant

                       deficiency, atau material weakness.











 124  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  125
   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139