Page 69 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 69

SISTEM INFORMASI
                 DAN PENGENDALIAN INTERNAL                                                                                                                                         BAB 4: SISTEM INFORMASI DAN PENGENDALIAN INTERNAL



                      No.  Kategori Prosedur Pengendalian                   Deskripsi Singkat
                       E  Desain dan penggunaan dokumen  Dokumen harus didesain untuk memudahkan pelacakan
                          serta catatan                    dan validasi transaksi.
                       F  Pengamanan aset, dokumen, dan    Fisik maupun digital, untuk mencegah kehilangan atau
                          data                             pencurian.
                      G   Pemeriksaan independen atas      Verifikasi berkala oleh pihak independen untuk
                          kinerja                          mengevaluasi keefektifan kontrol.


                     A.  Otorisasi yang tepat atas transaksi dan aktivitas

                        Karena manajemen tidak memiliki waktu dan sumber daya untuk mengawasi setiap
                      IAI WEB VERSION
                        aktivitas dan keputusan perusahaan secara langsung, maka manajemen menetapkan
                        kebijakan  yang  harus  diikuti  oleh  karyawan,  serta  memberikan  wewenang  kepada
                        mereka untuk bertindak atas nama perusahaan. Pemberian wewenang ini disebut
                        otorisasi, dan merupakan bagian penting dari prosedur pengendalian internal.


                        Otorisasi umumnya dibuktikan melalui tanda tangan, paraf, atau penyematan kode
                        otorisasi pada dokumen atau catatan transaksi. Dalam sistem komputer, otorisasi
                        juga dapat dicatat melalui tanda tangan digital (digital signature), yaitu metode
                        penandatanganan elektronik yang aman dan tidak dapat dipalsukan.

                        Beberapa jenis transaksi atau aktivitas yang berdampak signifikan terhadap perusahaan
                        memerlukan otorisasi khusus (specific authorization) dari manajemen. Misalnya,
                        transaksi penjualan di atas Rp800 juta mungkin harus mendapatkan persetujuan
                        langsung dari direktur keuangan. Sementara itu, untuk transaksi rutin, manajemen
                        dapat memberikan otorisasi umum (general authorization) kepada staf operasional
                        tanpa perlu persetujuan khusus setiap kali.

                        Manajemen perlu menyusun kebijakan tertulis yang jelas mengenai transaksi mana
                        yang memerlukan otorisasi khusus dan mana yang cukup dengan otorisasi umum.
                        Setiap pegawai  yang memproses transaksi harus memastikan bahwa otorisasi yang
                        sesuai telah diberikan. Auditor internal maupun eksternal juga meninjau transaksi
                        untuk memverifikasi keabsahan otorisasi tersebut. Tidak adanya bukti otorisasi dapat
                        mengindikasikan kelemahan dalam sistem pengendalian.

                     B.  Segregation of Duties (SOD)

                        Tujuan dari segregation of duties (SOD) adalah mengurangi kemungkinan satu individu
                        melakukan dan menyembunyikan kecurangan tanpa terdeteksi. Namun, memiliki lebih
                        dari satu peran tidak selalu berarti sistem pengendalian gagal. Risiko baru muncul
                        ketika fungsi-fungsi yang saling terkait seperti otorisasi, pencatatan, dan penyimpanan
                        fisik aset dipegang oleh satu orang.
                        Misalnya, seorang karyawan yang bertugas menjaga fisik persediaan dan juga
                        memiliki wewenang memberikan kredit pelanggan tidak otomatis menimbulkan risiko
                        kecurangan, karena keduanya tidak saling menunjang untuk menutupi pencurian.
                        Tapi jika karyawan tersebut memiliki akses fisik ke inventaris dan juga mencatat
                        transaksi persediaan, maka peluang untuk melakukan dan menyembunyikan pencurian
                        meningkat.





                 60                    Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak         61
   64   65   66   67   68   69   70   71   72   73   74