Page 164 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 164
PELAPORAN KORPORAT
Contoh 5.13 – Pemulihan Rugi Penurunan Nilai Aset:
PT Mataram memiliki mesin yang diperoleh 1 Januari 20X0 dengan nilai perolehan sebesar Rp800
juta. PT Mataram memperkirakan masa manfaat mesin tersebut adalah 8 tahun, tanpa nilai sisa.
Metode penyusutan yang digunakan dalam menyusutkan mesin tersebut adalah garis lurus. Pada 31
Desember 2018, mesin perusahaan mengalami penurunan nilai. Nilai wajar mesin pada 31 Desember
20X3 adalah Rp300 juta dan perkiraan biaya yang harus dikeluarkan untuk menjual mesin adalah Rp10
juta. Sedangkan nilai pakai dari mesin tersebut adalah Rp325 juta.
Pada 31 Desember 20X5, terdapat indikasi pemulihan rugi penurunan nilai yang pernah diakui
sebelumnya. Nilai wajar pada 31 Desember 20X5 adalah Rp220 juta dan estimasi biaya pelepasan
adalah Rp10 juta. Sedangkan nilai pakai mesin adalah Rp180 juta.
IAI WEB VERSION
Pertanyaan: Apakah mesin tersebut mengalami pemulihan rugi penurunan nilai? Jika ya, berapa rugi
penurunan nilai yang harus diakui PT Mataram pada 31 Desember 20X5?
Pada 31 Desember 20X3, mesin mengalami penurunan nilai menjadi Rp325 juta.
Jumlah tercatat mesin pada 31 Desember 20X5 adalah sebagai berikut:
Jumlah tercatat mesin per 31 Desember 20X3 325 juta
Dikurangi: akumulasi penyusutan
(325 juta - 0)/ 4 tahun x 2 (162,5 juta)
Jumlah tercatat mesin per 31 Desember 20X5 162,5 juta
Nilai wajar 220 juta
Dikurangi: biaya pelepasan (10 juta)
Nilai wajar dikurangi biaya pelepasan 210 juta
Nilai pakai 180 juta
Jumlah terpulihkan aset menggunakan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya
pelepasan dan nilai pakai. Oleh karena itu, jumlah terpulihkan mesin pada 31 Desember 20X5 adalah
Rp210 juta.
Jumlah tercatat mesin 162,5 juta
Jumlah terpulihkan mesin 210 juta
Pemulihan rugi penurunan nilai mesin 47,5 juta
Jumlah terpulihkan mesin lebih tinggi dibandingkan jumlah tercatatnya, sehingga mesin mengalami
pemulihan rugi penurunan nilai yang pernah diakui sebelumnya. Besarnya pemulihan rugi penurunan
nilai tidak boleh menyebabkan jumlah tercatat aset melebihi jumlah tercatat seharusnya jika tidak
pernah terjadi penurunan nilai sebelumnya. Oleh karena itu, PT Mataram harus menghitung jumlah
tercatat mesin seharusnya di 31 Desember 20X5, jika tidak pernah terjadi penurunan nilai:
Biaya perolehan 800 juta
Dikurangi: akumulasi penyusutan
(800 juta – 0)/ 8 tahun x 6 tahun (600 juta)
Jumlah tercatat mesin per 31 Desember 20X5 200 juta
156 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 157

