Page 167 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 167
BAB 5: ASET TIDAK LANCAR
5. PT MWA membeli sebuah mobil seharga Rp570.000.000 pada 1 September 20X3. Perusahaan
memperkirakan umur manfaat dari mobil tersebut adalah 5 tahun dengan nilai residu
Rp70.000.000. Jika perusahaan menggunakan metode saldo menurun, beban penyusutan
yang diakui PT MWA untuk tahun 20X5 adalah:
A. Rp118.560.000
B. Rp129.960.000
C. Rp136.800.000
D. Rp197.600.000
6. Pada 1 Januari 20X2, PT OPO membeli mesin foto copy seharga Rp150 juta. Estimasi
umur manfaat adalah 6 tahun dengan nilai sisa nol. Metode penyusutan yang digunakan
IAI WEB VERSION
PT OPO adalah garus lurus. Jika pada 1 Januari 20X4, PT OPO mengubah estimasi umur
manfaat menjadi 4 tahun dengan nilai sisa Rp10.000.000.
Nilai beban penyusutan tahun 20X4 adalah:
A. Rp45.000.000
B. Rp37.500.000
C. Rp35.000.000
D. Rp25.000.000
7. PT Lama dan PT Baru mengadakan transaksi pertukaran mesin. Nilai tercatat dan nilai
wajar mesin yang diserahkan PT Lama berturut-turut sebesar Rp240 juta dan Rp270 juta.
Sedangkan nilai tercatat dan nilai wajar mesin yang diserahkan PT Baru adalah Rp440 juta
dan Rp400 juta. Selain menyerahkan mesin, PT Lama juga menyerahkan kas sejumlah Rp80
juta kepada PT Baru. Jika diasumsikan transaksi pertukaran tersebut memiliki substansi
komersial, nilai perolehan mesin yang akan dicatat PT Lama sebesar:
A. Rp270 juta
B. Rp320 juta
C. Rp350 juta
D. Rp400 juta
8. Untuk aset takberwujud dengan umur manfaat takterbatas, perusahaan harus mengevaluasi
setiap tahun terkait:
A. Metode amortisasi
B. Estimasi nilai residu
C. Kemungkinan terjadinya penurunan nilai
D. Umur manfaat
9. Pernyataan berikut yang salah terkait pengukuran asset takberwujud adalah:
A. Dengan model revaluasi, aset takberwujud dicatat pada jumlah revaluasian dan nilai
wajar dan wajib menggunakan referensi dari pasar aktif
B. Jika suatu aset takberwujud tidak memiliki harga di pasar aktif, maka perusahaan
tetap dapat menerapkan model revaluasi dengan menggunakan metode penentuan
nilai wajar lainnya
C. Perusahaan dapat memilih model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan
akuntansinya untuk mengukur aset takberwujudnya
D. Dengan model biaya, aset takberwujud dicatat pada biaya perolehannya dikurangi
akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai
158 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 159

