Page 159 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 159
BAB 5: ASET TIDAK LANCAR
5.9.2 Pengecualian terhadap Prosedur Penurunan Nilai Aset
Seperti dijelaskan di atas bahwa prosedur penurunan nilai aset dimulai dengan mengecek ada
tidaknya indikasi penurunan nilai di setiap akhir periode pelaporan. Jika ditemukan ada indikasi
penurunan nilai, maka perusahaan melakukan uji penurunan nilai aset dengan menghitung
jumlah terpulihkan aset. Jika tidak terdapat indikasi penurunan nilai, maka perusahaan tidak
berkewajiban menghitung jumlah terpulihkan aset. Namun terdapat pengecualiaan terhadap
beberapa jenis aset, yaitu aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas (indifinite-
life), aset takberwujud yang belum digunakan, dan goodwill. Untuk ketiga jenis aset tersebut,
perusahaan harus melakukan uji penurunan nilai setiap akhir periode pelaporan, terlepas ada
tidaknya indikasi penurunan nilai. Perusahaan melakukan uji penurunan nilai setiap tahun
IAI WEB VERSION
untuk memastikan jumlah terpulihkan aset tersebut masih lebih tinggi atau sama dengan
jumlah tercatatnya.
5.9.3 Penurunan Nilai Aset pada Level Unit Penghasil Kas
Seringkali perusahaan tidak dapat mengestimasi jumlah terpulihkan aset pada level aset
individual. Hal ini mungkin dikarenakan perusahaan kesulitan dalam menghitung nilai
pakai aset secara individual. PSAK 236 menjelaskan bahwa terdapat kondisi dimana jumlah
terpulihkan aset secara individual tidak dapat ditentukan, yaitu ketika:
1. Nilai pakai tidak dapat diestimasi mendekati nilai wajar dikurangi biaya pelepasan, dan
2. Aset tidak menghasilkan arus kas masuk yang independen dari kelompok aset lain.
Ketika kondisi di atas terjadi, maka jumlah terpulihkan diestimasi pada level Unit Penghasil
Kas (UPK). UPK merupakan kelompok terkecil dari aset teridentifikasi yang menghasilkan
arus kas masuk yang sebagian besar independen dari arus kas masuk dari aset atau kelompok
aset lain.
Berikut adalah contoh UPK menurut PSAK 236:
• Suatu perusahaan pertambangan memiliki jalur kereta api pribadi untuk mendukung
aktivitas pertambangannya. Jalur kereta api pribadi dapat dijual hanya untuk nilai sisanya
dan itu tidak menghasilkan arus kas masuk yang independen dari arus kas masuk dari aset
lain pertambangan tersebut. Tidak dimungkinkan mengestimasi jumlah terpulihkan dari
jalur kereta pribadi itu karena nilai pakainya tidak dapat ditentukan dan kemungkinan
berbeda dari nilai sisanya. Oleh karena itu, perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan
dari unit penghasil kas dimana jalur kereta pribadi tersebut tercakup, yaitu pertambangan
itu secara keseluruhan.
• Suatu perusahaan bus menyediakan kontrak jasa pelayanan dengan suatu kotamadya yang
mensyaratkan pelayanan minimal untuk setiap lima rute berbeda. Aset yang disediakan
bagi setiap rute dan arus kas dari setiap rute dapat diidentifikasi secara terpisah. Salah
satu rute beroperasi dengan kerugian yang signifikan. Karena entitas tidak memiliki
pilihan untuk membatasi salah satu rute bus, tingkat terendah dari arus kas masuk yang
dapat diidentifikasi yang independen dari arus kas masuk aset lain atau kelompok aset
lain adalah arus kas masuk yang dihasilkan kelima rute bus tersebut. Unit penghasil kas
untuk tiap rute adalah perusahaan bus itu secara keseluruhan.
150 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 151

