Page 258 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 258
PELAPORAN KORPORAT
Jika provisi yang sedang diukur menyangkut populasi yang terdiri dari sejumlah besar unsur,
kewajiban ditentukan dengan menimbang berbagai kemungkinan hasil berdasarkan probabilitas
terkait. Metode estimasi statistik ini dikenal sebagai metode “nilai yang diharapkan” (expected
value). Kewajiban diestimasi akan berbeda karena bergantung pada kemungkinan terjadinya
kerugian pada tingkat tertentu, misalnya 60% atau 90%. Jika hasil yang timbul berwujud
suatu rentang yang berkesinam bungan, dan setiap titik dalam rentang tersebut mempunyai
kemungkinan terjadi yang sama, maka yang digunakan adalah nilai tengah rentang tersebut.
Dalam menentukan estimasi terbaik suatu provisi, entitas mempertimbangkan berbagai
risiko dan ketidakpastian yang selalu mempengaruhi berbagai peristiwa dan keadaan. Jika
dampak nilai waktu uang cukup material, maka jumlah provisi adalah nilai kini dari perkiraan
IAI WEB VERSION
pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban. Tingkat diskonto yang digunakan
adalah tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar atas nilai waktu
uang dan risiko yang terkait dengan kewajiban yang bersangkutan. Tingkat diskonto tidak
boleh mencerminkan risiko yang sudah diperhitungkan dalam estimasi arus kas masa datang.
Contoh 8.2:
Entitas menjual produk dengan memberikan garansi/jaminan kepada pelanggan untuk menanggung
biaya perbaikan cacat pabrikasi yang ditemukan dalam jangka waktu enam bulan setelah penjualan.
Jika kerusakan yang terdeteksi dari seluruh produk yang terjual digolongkan cacat ringan, biaya
perbaikannya 1 miliar rupiah. Sementara itu, jika kerusakan yang terdeteksi dari seluruh produk terjual
digolongkan cacat berat, biaya perbaikannya 4 miliar rupiah. Pengalaman entitas di masa lalu dan
ekspektasi masa datang memberikan indikasi bahwa dalam tahun mendatang 75% dari produk terjual
tidak mengandung cacat, 20% dari produk terjual mengandung cacat ringan dan 5% dari produk
yang terjual mengandung cacat berat. Sesuai dengan paragraf 24, entitas menentukan probabilitas
atau kemungkinan arus keluar sumber daya untuk pemenuhan kewajiban garansi secara keseluruhan.
Nilai yang diharapkan untuk biaya perbaikan adalah: (75% x 0 rupiah) + (20% x 1 miliar rupiah) +
(5% x 4 miliar rupiah) = 400 juta rupiah
8.8 PENGGANTIAN, PERUBAHAN DAN PENGGUNAAN PROVISI
Jika sebagian atau seluruh pengeluaran untuk menyelesaikan provisi diganti oleh pihak ketiga,
penggantian itu diakui hanya pada saat timbul keyakinan bahwa penggantian pasti diterima
pada saat entitas menyelesaikan kewajibannya. Penggantian tersebut diakui sebagai aset yang
terpisah. Jumlah yang diakui sebagai penggantian tidak boleh melebihi nilai provisi.
Dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, beban yang berkaitan dengan
provisi dapat disajikan secara neto setelah dikurangi jumlah yang diakui sebagai penggantiannya.
Provisi ditelaah setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi
terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban
kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi tersebut dibatalkan.
Provisi hanya dapat digunakan untuk pengeluaran yang berhubungan langsung dengan tujuan
pembentukan provisi tersebut.
250 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 251

