Page 370 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 370
PELAPORAN KORPORAT
a. Current ratio = aset lancar / liabilitas lancar
b. Working capital = aset lancar – liabilitas lancar
c. Quick ratio = (kas + piutang) / liabilitas lancar
Semakin tinggi nilai working capital, maka cadangan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan
kas tak terduga semakin tinggi.
Rasio solvency – merefleksikan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya,
mengindikasikan bagaimana perusahaan mendanai kegiatan operasinya.
Apabila perusahaan memiliki tingkat leverage yang tinggi, maka risiko yang dihadapi juga
semakin besar; apabila tingkat leverage-nya rendah, maka kemungkinan perusahaan tersebut
IAI WEB VERSION
tidak menggunakan kesempatan yang ada untuk mendapatkan pendanaan jangka panjang
untuk melakukan pertumbuhan.
a. Debt to asset = total debt / total aset
b. Debt to equity = total debt / total ekuitas
c. Long-term debt to equity = debt jangka panjang / total ekuitas
d. Interest coverage ratio = laba operasi / beban bunga
Rasio aktivitas – mengindikasikan efisiensi produktif dari perusahaan. Secara umum, rasio
aktivitas yang kuat dapat dikaitkan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi, sebagai hasil dari
tingginya efisiensi produktif.
a. Inventory turnover = harga pokok / rerata persediaan
b. Average days inventory = 365 / inventory turnover
c. Receivable turnover = penjualan / rerata piutang
d. Average receivable collection period = 365 / receivable turnover
Semakin tinggi nilai inventory turnover, semakin lama persediaan berada dalam perusahaan
dan tidak terjual. Semakin tinggi receivable turnover, semakin lama piutang tidak terbayarkan.
Analisis menggunakan rasio keuangan dapat dilakukan dengan membandingkan rasio keuangan
periode tertentu dengan periode sebelumnya, atau antara rasio keuangan perusahaan tertentu
dengan perusahaan lain dan dengan industrinya. Penggunaan rasio memang mudah dan
sederhana, namun demikian tetap memiliki kelemahan, diantaranya:
1. Rasio hanya merupakan cerminan untuk ukuran tertentu sehingga tidak perlu dianggap
sebagai ukuran yang paling tepat
2. Apabila terjadi manipulasi atas laporan keuangan, maka rasio yang digunakan tidak akan
akurat
3. Rasio hanya melibatkan informasi kuantitatif dalam laporan keuangan
Untuk memastikan bahwa pelaporan keuangan telah akurat, analis dan pembaca laporan
keuangan perlu memperhatikan beberapa prinsip berikut ini:
1. Pendapatan seharusnya diakui setelah proses perolehannya selesai dilakukan dan pertukaran
dengan barang dan jasa telah terjadi. Sejalan dengan itu, keuntungan seharusnya diakui
ketika suatu asset nonoperasional dijual pada harga di atas harga bukunya.
2. Perusahaan melakukan pencatatan atas biaya yang telah terjadi dalam bentuk kapitalisasi
sebagai asset bila ada manfaat masa depan atas biaya tersebut; dan membebankannya
dalam periode berjalan bila tidak ada manfaat masa depan atas biaya tersebut
362 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 363

