Page 369 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 369

BAB 14:  ANALISIS LAPORAN KEUANGAN: FINANCIAL SHENANIGANS
                               MENDETEKSI FRAUD DAN GIMMICK AKUNTANSI DALAM LAPORAN KEUANGAN




                   5.  Merngubah alokasi harga akuisisi setelah akuisisi terjadi, meningkatkan alokasi harga
                       akuisisi pada goodwill dan mengakui beban akuisisi sebagai aset.
                   6.  Melakukan  akuisisi dengan meminta  adanya potongan harga akuisisi,  yang kemudian
                       diakui sebagai pendapatan bagi perusahaan yang melakukan akuisisi.
                   7.  Memberikan waran saham sebagai pemanis untuk komitmen pembelian masa depan


                   Beberapa transaksi yang dikhawatirkan akan menimbulkan kesempatan untuk melakukan
                   financial shenanigans terkait dengan akuntansi untuk pengakuan pendapatan adalah:
                   1.  Pendapatan dari kontrak konstruksi jangka panjang.
                       Kontrak jangka panjang memberikan alternatif pengakuan pendapatan pada saat
                       IAI WEB VERSION
                       penyelesaian kontrak atau sesuai dengan persentase penyelesaiannya.
                       Pengakuan pendapatan menggunakan metode persentase penyelesaian mengandung
                       ketidakpastian yang tinggi karena melibatkan estimasi atas biaya masa depan dan kejadian
                       masa depan.
                       Tanda-tanda yang perlu diperhatikan adalah bila nilai Piutang yang Belum Ditagihkan
                       tumbuh lebih cepat dari nilai Piutang atau Penjualan, maka penggunaan metode persentase
                       penyelesaian kemungkinan tidak tepat atau digunakan dengan agresif.
                   2.  Penjualan konsinyasi.
                       Perhatikan apakah perusahaan (sebagai  consignor) mencatatkan pendapatan saat
                       pengiriman produk kepada retailer (sebagai consignee).
                   3.  Penjualan cicilan
                   4.  Pendapatan dari penyewaan asset (leasing).


                   Yang perlu diperhatikan adalah:
                   a.  Apakah perusahaan telah mengubah pengakuan dari operating lease menjadi  finance
                       lease, (dalam hal ini sales-type lease). Pendapatan jangka pendek dari sales-type lease akan
                       lebih tinggi dibandingkan sekedar penerimaan sewa dalam operating lease.
                   b.  Apakah ada perubahan pada asumsi finance lease, khususnya pada tingkat diskonto dan
                       nilai sisa. Tingkat diskonto yang lebih renda dan nilai sisa yang lebih tinggi akan menggeser
                       pendapatan ke tahun awal periode sewa.

                   14.5  ANALISIS MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN

                   Rasio Protabilitas – mengukur kinerja keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu.
                   a.  Gross profit margin         = laba kotor / penjualan
                   b.  Operating margin           = laba operasi / penjualan
                   c.  Net profit margin         = laba bersih setelah pajak (LBSP) / penjualan
                   d.  Return on asset (ROA)      = LBSP / total asset
                   e.  Return on equity (ROE)    = LBSP / total ekuitas
                   f.  Earnings per share (EPS)  = LBSP / jumlah saham beredar


                   Rasio Likuiditas – mengindikasikan jumlah kas atau asset jangka pendek (seperti piutang dan
                   persediaan) yang tersedia. Apabila tingkat likuiditas meningkat terlalu tinggi, maka perusahaan
                   mengorbankan profitabilitasnya; apabila tingkat likuiditas turun terlalu rendah, perusahaan
                   menghadapi potensi tidak dapat membayar kewajibannya.





 360  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  361
   364   365   366   367   368   369   370   371   372   373   374