Page 368 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 368
PELAPORAN KORPORAT
20. Transaksi barter Ada kemungkinan penggelembungan pendapatan
Penjual memberikan waran saham Ada kemungkinan penggelembungan pendapatan
21.
kepada konsumen
Adanya kapitalisasi atas bunga atau Ada kemungkinan penggelembungan laba
22.
software
Adanya liabilitas yang tidak tercatat, Kewajiban atas kas di masa depan lebih
23. seperti opsi saham tinggi dari ekspektasi dan ada kemungkinan
penggelembungan laba
Kelalaian dalam memenuhi debt Ada kemungkinan bank akan menarik
24. covenant pinjamannya yang berdampak buruk pada posisi
kas perusahaan
IAI WEB VERSION
Tidak adanya pihak independen pada Lingkungan pengendalian yang lemah dapat
25. jajaran direksi/komisaris menimbulkan kesempatan bagi manajemen untuk
melakukan financial shenanigans
Beban operasi masa depan telah Dapat mengakibatkan penggelembungan pada
26.
dibayar di muka laba operasi masa depan
Checklist 14.1: Tanda-tanda Kemungkinan adanya Laporan Keuangan yang Menyesatkan
Pemilihan Kebijakan Akuntansi Terlalu Liberal
Merngubah kebijakan akuntansi Tidak memiliki dasar/alasan yang jelas
Menangguhkan biaya Laba akan overstated
Melakukan income smoothing Laba akan understated
Mengakui pendapatan lebih cepat Laba akan overstated
Kurang menyisihkan cadangan untuk beban Laba akan overstated
Merngubah biaya diskresioner Memanipulasi laba
Kualitas pengendalian yang rendah Risiko adanya shenanigans
Mengganti KAP Risiko adanya shenanigans
Melakukan ‘big bath’ laba masa depan akan meningkat
14.4 AREA PERMASALAHAN UTAMA
Financial shenanigans berasal dari 2 (dua) area permasalahan utama:
1. Akuntansi untuk akuisisi
2. Akuntansi untuk pengakuan pendapatan
Kemungkinan shenanigans terkait akuntansi untuk akuisisi:
1. Melakukan akuisisi dengan menggabungkan perusahaan yang tidak menghasilkan laba.
Penggabungan ini hanya akan meningkatkan pendapatan, laba, dan harga saham secara
jangka pendek. Akan memberikan keuntungan bagi yang melakukan penggabungan,
namun akan merugikan bagi investor jangka panjang.
2. Menggeser kerugian ke periode “stub”. Stub-period adalah suatu periode yang muncul karena
perbedaan periode pelaporan antara perusahaan yang mengakuisisi dengan perusahaan
yang diakuisisi. Stub-period ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan menahan pengakuan
pendapatan dan meningkatkan pengakuan beban.
3. Melakukan write-off sebelum dan sesudah akuisisi.
4. Melepaskan cadangan yang tercipta akibat adanya write-off
360 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 361

