Page 104 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 104

PELAPORAN KORPORAT




                 Mengacu pada informasi di atas, maka nilai persedian barang jadi di gudang adalah sebesar
                 Rp639.000 (persediaan awal Rp69.000 + biaya manufaktur periode tersebut Rp570.000). Karena
                 terdapat, persediaan barang jadi di akhir periode sebesar Rp66.000, maka BPP di periode tersebut
                 adalah Rp573.000 (Rp639.000 – Rp66.000). Jurnal pengakuan BPP adalah sebagai berikut:

                                  BPP Rp573.000
                                       Persediaan barang jadi Rp573.000


                 Persediaan Agrikultur

                 Berbeda dengan persediaan lainnya yang umumnya diukur pada biaya perolehan pada saat
                 pengakuan awal, persediaan yang berupa produk agrikultur yang telah dipanen dari aset
                       IAI WEB VERSION
                 biologis, diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual panen (nilai realisasi neto)
                 pada titik panen. Produk agrikultur adalah produk yang dipanen dari aset biologis milik
                 perusahaan, sedangkan aset biologis adalah hewan atau tanaman hidup. Contoh produk
                 agrikultur adalah susu yang dihasilkan oleh sapi perah, getah karet yang dihasilkan dari pohon
                 karet, wol yang dihasilkan dari bulu domba, dan sebagainya. Pada saat pertama kali panen,
                 produk-produk tersebut langsung diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau
                 nilai realisasi neto tersebut menjadi biaya perolehan pada saat pengakuan awal. Perlakuan
                 akuntansi selanjutnya untuk persediaan produk agrikultur mengikuti perlakuan akuntansi
                 persediaan pada umumnya.

                 Sebagai contoh, Peternakan XYZ memproduksi susu untuk dijual ke perusahaan-perusahaan
                 yang memproduksi keju. Untuk menjalankan bisnisnya, XYZ memiliki 450 ekor sapi perah.
                 Pada tanggal 31 Januari 20X3, sapi perah tersebut berada pada titik panen dan menghasilkan
                 susu perahan dengan nilai realisasi neto sebesar Rp360.000. Jurnal yang dicatat XYZ pada titik
                 panen atas produk agrikultur  adalah:


                                  Persediaan susu perahan  Rp360.000
                                       Keuntungan yang belum direalisasi – L/R Rp360.000


                 Pos keuntungan yang belum direalisasi yang dicatat dalam jurnal di atas akan disajikan di laba
                 rugi.  Selanjutnya,  asumsikan pada 14 Februari  20X3, seluruh susu perahan yang dihasilkan
                 sebelumnya dijual dengan harga Rp385.000.  Maka jurnal yang dicatat XYZ adalah:

                                  Kas  Rp385.000
                                       Penjualan Rp385.000
                                  BPP  Rp360.000
                                       Persediaan susu perahan  Rp360.000


                 Berdasarkan jurnal tersebut, nilai BPP adalah sebesar nilai realisasi neto pada saat pengakuan
                 awal. Pencatatan akuntansi ini serupa dengan pencatatan akuntansi persediaan pada umumnya.

                 Lower Cost of Net Realizable Value

                 Biaya persediaan mungkin tidak akan diperoleh kembali jika persediaan rusak, persediaan telah
                 usang atau harga jualnya telah menurun. Oleh karena itu, persediaan harus diukur berdasarkan
                 biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah. Nilai realisasi neto adalah





                 96                    Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        97
   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108   109