Page 152 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 152

SISTEM INFORMASI
 DAN PENGENDALIAN INTERNAL                                                                     LEMBAR JAWABAN



                       •   Pembayaran kas  otomatis  atas barang  yang belum diterima  sehingga  kontrol
                           pengeluaran lemah . ERP mencatat transaksi berdasarkan purchase order, tetapi sistem
                           tidak divalidasi terhadap faktual penerimaan barang (GRN). Ini menyalahi prinsip
                           dasar pengendalian internal: tiga dokumen (3-way match) – PO, receiving report, dan
                           invoice – harus cocok sebelum pembayaran dilakukan.

                   2.  Tiga Rekomendasi Solusi Teknologi & Akuntansi
                       •   Kalibrasi  ulang  dan  integrasi  sistem  AI  dengan  data  CRM  dan  data  pasar  real-time.
                           Model prediksi permintaan harus dikalibrasi ulang dengan mempertimbangkan data
                           historis aktual, tren musiman, dan umpan balik dari sistem CRM. Algoritma yang
                           digunakan harus mampu melakukan pembelajaran adaptif (mis. time-series + machine
                           learning hybrid).
                       •   Implementasi logika rekonsiliasi otomatis antara data IoT dan sistem persediaan
                           ERP. Sistem ERP perlu menerima input langsung dari IoT, lalu dibandingkan secara
                           otomatis dengan data fisik gudang. Discrepancy di atas toleransi harus ditandai dan
                           dikaji oleh auditor internal. Gunakan  dashboard berbasis  Big Data Analytics untuk
                           menampilkan selisih.
                       •   Aktifkan fitur kontrol 3-way match di dalam sistem ERP cloud. Pembayaran kas harus
                           dilakukan hanya setelah  invoice dari  supplier cocok dengan PO dan GRN. Fitur ini
                           umum di sistem seperti SAP, Oracle, atau Odoo. Jika barang belum diterima, sistem
                           harus otomatis memblokir proses pembayaran.
                   3.  Integrasi Antar Siklus untuk Akurasi dan Real-time Costing
                     IAI WEB VERSION
                       Untuk meningkatkan akurasi informasi biaya dan persediaan, integrasi lintas siklus harus
                       dilakukan sebagai berikut:

                       •   Siklus produksi harus mengirim data aktual penggunaan bahan, waktu kerja mesin,
                           dan output produksi ke sistem akuntansi biaya secara otomatis, didukung IoT.
                       •   Siklus pengeluaran harus dikaitkan langsung dengan permintaan produksi, bukan
                           sekadar stok minimum, sehingga PO yang dikeluarkan benar-benar mendukung jadwal
                           produksi.
                       •   Siklus pendapatan (khususnya retur pelanggan) harus memberi feedback ke AI untuk
                           memperbaiki forecast produksi, mencegah kelebihan stok produk yang kurang disukai
                           pasar.
                       •   Semua proses harus terhubung dalam dashboard manajemen berbasis cloud analytics
                           yang menyajikan  laporan  interaktif:  konsumsi bahan,  realisasi  produksi,  retur
                           pelanggan, dan deviasi biaya.

                   Soal 2.
                   Pembahasan:
                   Ketidaksesuaian data sering terjadi bila sistem IoT menghasilkan data dalam volume besar
                   tetapi tidak diproses dan disinkronkan secara tepat dengan sistem akuntansi biaya. Solusinya
                   adalah dengan menggunakan Big Data Analytics untuk mengintegrasikan dan menganalisis data
                   biaya aktual (material, tenaga kerja, overhead) secara real-time. Analytics juga memungkinkan
                   perbandingan aktual vs anggaran, sehingga membantu identifikasi bottleneck dan perbaikan
                   costing.





 142  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  143
   147   148   149   150   151   152   153   154   155   156   157