Page 149 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 149

SISTEM INFORMASI
                 DAN PENGENDALIAN INTERNAL                                                                                                                                                                            LEMBAR JAWABAN



                 2.  Perbaikan dengan pengendalian aplikasi:
                     •   Input Controls: Menerapkan  validity check untuk memastikan setiap input sesuai
                        dengan master file (contoh: nomor pelanggan harus valid), dan  completeness check
                        untuk memastikan field penting (seperti kuantitas dan ID pelanggan) terisi.
                     •   Reasonableness Test: Misalnya membatasi kuantitas maksimum penjualan dalam 1
                        transaksi.
                     •   Output Controls: Membuat exception reports otomatis bila terjadi data tidak wajar dan
                        memastikan output diverifikasi sebelum digunakan manajemen.

                 BAB 5.
                     IAI WEB VERSION
                 Pilihan Ganda
                 1.  B  Pembahasan:  Tujuan audit Sistem Informasi adalah untuk meninjau dan menilai
                        efektivitas pengendalian internal yang melindungi sistem  Teknik Informasi dari
                        gangguan, kecurangan, dan penyalahgunaan.

                 2.  B  Pembahasan: Kesalahan pemrograman dapat terjadi akibat miskomunikasi spesifikasi
                        sistem atau kelalaian dalam implementasi, termasuk penyisipan instruksi ilegal.

                 3.  C  Pembahasan: Audit sistem informasi menggunakan pendekatan  risk-based audit,
                        yaitu dengan mengidentifikasi ancaman, mengevaluasi pengendalian, dan menilai
                        kelemahannya.
                 4.  B  Pembahasan:  CAATS  (Computer  Assisted  Audit  Techniques) seperti ACL dan  IDEA
                        digunakan untuk menyaring, menganalisis, dan menguji data dalam jumlah besar
                        secara efisien.

                 5.  C  Pembahasan: Salah satu tantangan dalam menggunakan AI adalah sifatnya yang “black
                        box” sehingga auditor sulit menjelaskan logika di balik keputusan AI.

                 6.  C  Pembahasan: Evaluasi keamanan sistem tidak mencakup aspek pemasaran. Fokusnya
                        adalah pengamanan perangkat keras, perangkat lunak, data, dan komunikasi.

                 7.  C  Pembahasan: Modifikasi program harus dilakukan dengan pemisahan tugas antara
                        pengembang dan penguji untuk menjaga objektivitas dan keamanan.

                 8.  C  Pembahasan: Untuk memastikan efektivitas pemrosesan data, auditor perlu menelusuri
                        kesalahan dan verifikasi koreksi atas data yang diedit.
                 9.  C  Pembahasan: Batch total digunakan untuk merekonsiliasi data input dan
                        memastikan bahwa seluruh transaksi diproses secara akurat dan lengkap.

                 10.  B  Pembahasan: CAATS tidak berperan dalam validitas dokumen hukum secara
                        langsung, melainkan dalam analisis data dan pengujian kontrol audit.
















                 140                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        141
   144   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154