Page 99 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 99
SISTEM INFORMASI
DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI BAB 6: SIKLUS PROSES BISNIS MANUFAKTUR
4. Pengeluaran kas (cash disbursement)
Aktivitas terakhir dari siklus pengeluaran adalah melakukan pembayaran kas kepada
pemasok. Kasir, yang melaporkan ke bendahara, bertanggungjawab untuk membayar
kepada pemasok. Pemisahan tugas penanggung jawab kas yang dilakukan oleh kasir, dari
fungsi otorisasi dan pencatatan kas, masing-masing harus dilakukan oleh departemen
pembelian dan departemen hutang. Pembayaran dilakukan ketika departemen hutang
dagang mengimkan voucher package (tagihan pemasok dan dokumen pendukung lainnya)
ke kasir.
6.1.3 Siklus Produksi
Siklus produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus
terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk. Sistem informasi siklus produksi memberikan
informasi (pesanan pelanggan dan proyeksi penjualan) yang digunakan untuk perencanaan
produksi dan persediaan. Sebaliknya, sistem informasi siklus produksi mengirimkan informasi
kepada siklus pendapatan mengenai barang jadi yang telah diproduksi dan yang tersedia untuk
dijual. Informasi mengenai bahan baku dikirimkan ke sistem informasi siklus pengeluaran dalam
bentuk permintaan pembelian. Sebaliknya, sistem informasi siklus pengeluaran memberikan
informasi bagi sistem informasi siklus produksi mengenai bahan baku yang diperoleh, dan
juga mengenai pengeluaran lainnya yang termasuk di dalam overhead produksi.
Dalam siklus produksi terdapat empat aktivitas utama yang dilakukan yakni:
1. Perancangan produksi (production design)
IAI WEB VERSION
Tahap pertama dari siklus produksi adalah perancangan produksi. Tujuannya adalah
untuk menciptakan suatu produk yang mampu memenuhi keinginan pelanggan dalam
hal kualitas, durabilitas, dan fungsionalitasnya sambil secara simultan meminimalkan
biaya produksinya.
2. Perencanaan dan penjadwalan (planning and scheduling)
Tahap kedua dari siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan. Tujuannya
adalah untuk mengembangan suatu perencanaan produksi yang seefisien mungkin untuk
memenuhi pesanan-pesanan yang ada dan mengantisipasi lonjakan permintaan jangka
pendek sambil meminimalkan persediaan bahan baku maupun barang jadi.
3. Operasi produksi (production operation)
Tahap ketiga dari siklus produksi adalah pelaksanaan produksi. Cara bagaimana perusahaan
menjalankan produksinya sangat beragam, bergantung pada jenis produk yang akan
dihasilkan dan tingkat otomatisasi yang digunakan dalam proses produksinya. Dengan
menggunakan beragam bentuk teknologi informasi dalam proses produksi, seperti
robot dan mesin yang dikendalikan oleh komputer, yang disebut dengan computer-
integrated manufacturing (CIM). Akuntan, tidak perlu sangat ahli memahami bagaimana
pengoperasian CIM berjalan, namun akuntan harus memahami bagaimana CIM ini
mempengaruhi operasi maupun akuntansi biaya di perusahaan tersebut.
90 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 91

