Page 157 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 157
BAB 5: ASET TIDAK LANCAR
Untuk memperoleh kesimpulan ada tidaknya penurunan nilai aset, perusahaan harus
menghitung jumlah terpulihkan dari suatu aset. Jumlah terpulihkan merupakan perkiraan
manfaat yang diterima perusahaan dari suatu aset. Manfaat yang akan diterima perusahaan
dapat melalui dua cara, yaitu melalui penjualan atau pemakaian. Oleh karena itu, jumlah
terpulihkan dari suatu aset diperoleh dengan membandingkan manfaat yang akan diterima
perusahaan dari penjualan aset, yang dengan menghitung nilai wajar dikurangi biaya pelepasan,
dan pemakaian aset, dengan menghitung nilai pakai. Jumlah terpulihkan merupakan nilai
yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya.
Nilai wajar dikurangi biaya pelepasan adalah harga yang akan diterima untuk menjual
suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi
IAI WEB VERSION
teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran dikurangi dengan biaya inkremental
yang secara langsung dapat diatribusikan pada pelepasan aset, tidak termasuk biaya
pendanaan dan beban pajak penghasilan. Sedangkan nilai pakai adalah nilai kini dari
arus kas yang diharapkan akan diterima dari suatu aset. Jadi nilai pakai mencerminkan
nilai kini dari ekspektasi arus kas yang dihasilkan dari penggunaan aset dan penjualan
aset di akhir masa manfaat.
Penurunan nilai aset terjadi ketika jumlah terpulihkan dari suatu aset lebih rendah
dibandingkan jumlah tercatat aset tersebut. Penurunan nilai aset diakui sebagai rugi
penurunan nilai dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Namun
terdapat pengecualiaan untuk aset yang diukur dengan model revaluasi. Untuk aset
yang diukur dengan model revaluasi, kerugian penurunan nilai diakui di penghasilan
komprehensif lain sepanjang kerugian tersebut tidak melebihi surplus revaluasi yang
pernah diakui sebelumnya.
Contoh 5.10 – Penurunan Nilai Aset:
PT Mataram memiliki mesin yang diperoleh 1 Januari 20X0 dengan nilai perolehan sebesar Rp800 juta.
PT Mataram memperkirakan masa manfaat mesin tersebut adalah 8 tahun, tanpa nilai sisa. Metode
penyusutan yang digunakan dalam menyusutkan mesin tersebut adalah garis lurus.
Selama beberapa tahun terakhir, teknologi yang berkaitan dengan mesin tersebut berkembang pesat.
Selama 20X3, muncul mesin-mesin baru di pasar yang memiliki teknologi yang lebih modern dengan
harga yang tidak jauh berbeda dengan mesin yang dimiliki PT Mataram. Selain itu, pada akhir 2018
diperoleh informasi dari bagian operasi bahwa kinerja mesin tersebut kurang sesuai dengan ekspektasi
awal perusahaan. Harus sering dilakukan set-up ulang terhadap mesin tersebut, sehingga menurunkan
keefektifan berproduksi.
Diketahui nilai wajar mesin pada 31 Desember 20X3 adalah Rp300 juta dan perkiraan biaya yang harus
dikeluarkan untuk menjual mesin adalah Rp10 juta. PT Mataram juga menghitung nilai pakai dari mesin
tersebut. Diperoleh nilai adalah Rp325 juta.
Pertanyaan: Apakah mesin tersebut mengalami penurunan nilai? Jika mengalami penurunan nilai,
berapa rugi penurunan nilai yang harus diakui PT Mataram pada 31 Desember 20X3?
148 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 149

