Page 377 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 377

BAB 15:  PELAPORAN TERINTEGRASI




                     TUJUAN PEMBELAJARAN

                     Setelah mempelajari modul ini, pembelajar diharapkan dapat:
                     1.   Menjelaskan definisi pelaporan berkelanjutan dan manfaatnya.
                     2.  Menerapkan standar pelaporan berkelanjutan dan mempersiapkan laporan berkelanjutan.
                     3.  Menjelaskan konsep pelaporan terintegrasi dan manfaatnya.
                     4.  Menjelaskan kerangka prinsip pelaporan terintegrasi dan perbedaanya dengan pelaporan
                         berkelanjutan.
                     5.  Menjelaskan isu terkini terkait pengungkapan informasi berkelanjutan



                   PENDAHULUAN
                       IAI WEB VERSION
                   Modul ini adalah tentang pelaporan keberlanjutan (sustainability reporting) dan pelaporan
                   terintegrasi (integrated reporting). Modul ini membahas tentang latar belakang kedua pelaporan,
                   standar pelaporan, dan langkah-langkah penyusunan laporan.


                   15.1  PELAPORAN KEBERLANJUTAN (SUSTAINABILITY REPORTING)

                   15.1.1  Latar Belakang

                   Konsep bisnis awalnya menempatkan upaya menjaga kesinambungan entitas dan kesehatan
                   kesinambungan finansial sebagai perhatian utama. Namun mulai era akhir 1980an isu
                   pembangunan yang berkelanjutan mulai berhembus, terutama kepada entitas-entitas yang
                   menggunakan sumber daya alam. Apakah memang entitas hanya bertanggung jawab secara
                   keuangan kepada pemilik modal?  Tidakkah seharusnya entitas juga bertanggung jawab
                   terhadap generasi berikutnya atas pemanfaatan Sumber Daya Alam? Pertanyaan-pertanyaan
                   itulah yang kemudian membuat para lembaga internasional mulai serius memikirkan yang
                   dimaksud dengan pembangunan berkelanjutan.

                   Definisi pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dalam garis sejarah dapat
                   ditarik ke tahun 1987, di mana istilah ini digunakan oleh komisi Persatuan Bangsa-Bangsa
                   bidang lingkungan hidup dan pembangunan seperti yang dikutip dalam Unerman (2011).

                   “Development that meets the needs of the present without compromising the ability of future
                   generations  to meet their own needs. It contains within it two key concepts: the concept of
                   ‘needs’, in particular the essential needs of the world’s poor, to which overriding priority should
                   be given; and the idea of limitations imposed by the state of technology and social organization

                   on the environment’s ability to meet present and future needs.”

                   Dengan definisi di atas maka ditegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan
                   kelangsungan hidup generasi mendatang. Jika entitas memiliki visi bisnis yang terus
                   berkelanjutan maka entitas akan memiliki strategi pemikiran jangka panjang dan menghindari
                   kegiatan bisnis berparadigma mencari laba jangka pendek.

                   Visi keberlanjutan tersebut selanjutnya diturunkan menjadi tujuan, program, dan aktivitas
                   bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Visi, tujuan, program, dan aktivitas
                   tersebut kemudian diungkapkan kepada publik dalam bentuk pelaporan keberlanjutan atau
                   Sustainability Report (SR).





 368  Hak Cipta    Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  369
 368
                                                                                                             369
                   Hak Cipta
 Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak
   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382