Page 79 - Modul CA - Pelaporan Korporat
P. 79

BAB 3: PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN



                   Catatan atas Laporan Keuangan

                   Catatan atas laporan keuangan menyajikan informasi sebagai berikut:

                   •   Dasar yang digunakan penyusunan laporan keuangan, yaitu standar akuntansi keuangan
                       yang berlaku umum (SAK Internasional, SAK Indonesia, SAK Indonesia untuk Entitas
                       Privat, dan SAK Indonesia untuk Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah).

                   •   Kebijakan akuntansi yang material yaitu kebijakan akuntansi yang akan memengaruhi
                       pengambilan keputusan dari pengguna utama laporan keuangan. Misalnya, kebijakan
                       akuntansi aset tetap dengan model biaya atau model revaluasi.

                   •   Informasi yang diwajibkan PSAK tetapi tidak disajikan di laporan posisi keuangan, laporan
                       laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, atau laporan arus
                       IAI WEB VERSION
                       kas. Misalnya, klasifikasi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
                       nilai wajar melalui laba rugi, dan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
                   •   Informasi tambahan untuk penyajian wajar.


                   3.2 KEBIJAKAN AKUNTANSI

                   Kebijakan akuntansi adalah prinsip, dasar, konvensi, peraturan, dan praktik tertentu yang
                   diterapkan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Kebijakan akuntansi berbeda
                   dengan estimasi akuntansi seperti yang dijelaskan di bawah ini. Sebagai ilustrasi untuk aset tetap.

                   Kebijakan akuntansi  : Model biaya atau model revaluasi
                   Estimasi akuntansi  : Umur manfaat, metode penyusutan, dan nilai residu.
                   Perusahaan memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi secara konsisten untuk transaksi,
                   peristiwa, dan kondisi lain yang serupa, kecuali suatu PSAK secara spesifik mengatur atau
                   mengizinkan pengelompokan pos-pos dengan kebijakan akuntansi yang berbeda adalah hal
                   yang tepat. Jika  suatu PSAK mengatur atau mengizinkan pengelompokan  tersebut, maka
                   kebijakan akuntansi yang tepat dipilih dan diterapkan secara konsisten untuk setiap kelompok.
                   Misalnya, perusahaan memilih model revaluasi untuk kelompok aset tetap berupa tanah dan
                   bangunan, dan model biaya untuk kelompok aset tetap mesin, kendaraan, dan peralatan,
                   sehingga terdapat dua kebijakan akuntansi yang berbeda pada aset tetap.


                   Pemilihan Kebijakan Akuntansi
                   Manajemen perusahaan berwenang untuk memilih kebijakan akuntansi dalam penyusunan
                   dan penyajian laporan keuangan sesuai dengan panduan dalam SAK. Hierarki urutan dalam
                   memilih kebijakan akuntansi adalah sebagai berikut:

                                     Nomor                           Rujukan
                                        1       PSAK spesifik

                                       2        PSAK serupa
                                       3        Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan


                   Ketika tidak ada PSAK yang secara spesifik berlaku untuk transaksi, peristiwa atau kondisi
                   lain (nomor 1 – PSAK spesifik), maka manajemen menggunakan pertimbangannya dalam
                   mengembangkan dan menerapkan suatu kebijakan akuntansi yang menghasilkan informasi
                   yang relevan dan andal.





 70  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak  71
   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84