Page 142 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 142

SISTEM INFORMASI
 SISTEM INFORMASI
 DAN PENGENDALIAN INTERNALAN PENGENDALIAN INTERNAL
 D                                                                                             LEMBAR JAWABAN

                                              Jawaban Soal



                   BAB 1.

                   Pilihan Ganda

                   1.  C  Pembahasan: Sistem informasi dirancang untuk membantu pengambilan keputusan
                           melalui proses mengumpulkan, memproses, dan menyebarkan informasi kepada
                           pihak-pihak yang membutuhkan. Tanpa adanya sistem informasi, proses pengambilan
                           keputusan dapat menjadi lambat atau salah arah.

                     IAI WEB VERSION
                   2.  C  Pembahasan: Goal congruence terjadi ketika seluruh bagian dalam organisasi (subsistem)
                           bekerja secara harmonis dan memiliki tujuan yang saling mendukung satu sama lain
                           dan terhadap tujuan organisasi secara keseluruhan. Contoh: penerapan Just-in-Time
                           yang menyelaraskan tujuan produksi dan persediaan.

                   3.  C  Pembahasan: Pendapatan adalah hasil dari aktivitas operasional dan bukan
                           merupakan komponen pembentuk sistem informasi. Sementara itu, data, prosedur,
                           dan pengendalian internal merupakan elemen penting dalam sistem informasi.

                   4.  B  Pembahasan: Goal conflict terjadi saat dua subsistem memiliki tujuan yang bertentangan.
                           Produksi massal akan menambah stok, sedangkan gudang ingin mengurangi stok untuk
                           efisiensi ruang dan biaya. Ini adalah contoh konflik antar subsistem.

                   5.  B  Pembahasan: Informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut berguna untuk
                           pengambilan keputusan, mengurangi ketidakpastian, dan dapat mengonfirmasi atau
                           menyempurnakan ekspektasi sebelumnya.

                   6.  C  Pembahasan: Informasi  verifiable adalah informasi yang bisa diuji atau diverifikasi
                           kebenarannya. Artinya, dua orang berbeda akan mendapatkan hasil yang sama jika
                           mereka mengikuti proses yang sama.

                   7.  B  Pembahasan: Pencurian data atau cyber attack merupakan risiko yang berhubungan
                           langsung dengan teknologi informasi. Oleh karena itu, termasuk dalam kategori risiko
                           TI yang harus dikelola dengan IT Governance.

                   8.  B  Pembahasan:  Tujuan utama pengendalian internal tidak secara langsung untuk
                           meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Fokus utamanya adalah menjaga aset,
                           menghasilkan laporan yang andal, serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan.

                   9.  C  Pembahasan: Akuntan bukanlah pengembang hardware atau arsitek jaringan, melainkan
                           pengguna  sistem yang bertugas memastikan  data transaksi dicatat dan dilaporkan
                           secara akurat dalam sistem informasi akuntansi.

                   10.  B  Pembahasan: Blockchain menyimpan data dalam blok yang saling terhubung dan tidak
                           dapat dimodifikasi (immutable), serta transparan bagi seluruh pengguna jaringan. Hal
                           ini membuatnya sangat berguna dalam audit untuk pelacakan jejak transaksi.











 132  Hak Cipta    Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        133
 132
 Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak
   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147