Page 142 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 142

SISTEM INFORMASI
            DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI                                                                                                                                                             LEMBAR JAWABAN



            Esai

            Soal 1.
            Masalah: PT Saudagar Nusaraya mengalami  information overload, yaitu kondisi di mana
            pengguna  menerima terlalu banyak informasi yang  melebihi kapasitas  pemrosesan,
            mengakibatkan penurunan kualitas keputusan.

            Solusi melalui sistem informasi:
            A.  Penerapan Dashboard Eksekutif:
                Sistem informasi harus memiliki  fitur dashboard interaktif yang menampilkan  key
                performance indicators (KPI) secara  real-time dan ringkas. Misalnya: tingkat penjualan
                IAI WEB VERSION
                per cabang, rata-rata  lead time pengiriman, dan margin per produk. Data yang relevan
                ditampilkan secara agregat, dengan opsi drill down jika diperlukan.
            B.  Penerapan Sistem Alert & Exception Reporting:
                Sistem hanya mengirimkan notifikasi untuk data yang menyimpang dari target atau batas
                toleransi, sehingga manajer fokus pada data yang perlu tindakan, bukan membaca semua
                laporan. Contoh: notifikasi otomatis jika penjualan di suatu cabang turun lebih dari 15%
                dalam 7 hari terakhir.


            Sistem informasi yang baik bukan hanya menyajikan data, tetapi juga menyaring dan
            mengarahkan perhatian manajer ke informasi yang benar-benar penting dan  actionable.
            Ini membantu mencegah overload dan meningkatkan kecepatan serta akurasi pengambilan
            keputusan.
            1.  Kelemahan:

                A.  Tidak adanya sistem otorisasi pembelian yang efektif (weak preventive control)
                B.  Tidak ada sistem deteksi transaksi abnormal, seperti harga di atas standar atau vendor
                    tidak sah (weak detective control)

            Rekomendasi:
            1.  Preventive Control: Implementasi Sistem Purchase Approval Berbasis Level Otorisasi
                Pembelian hanya bisa dilakukan melalui sistem informasi pengadaan (procurement system)
                yang menerapkan workflow otorisasi: misalnya, pembelian di atas Rp50 juta harus disetujui
                manajer. Vendor juga harus masuk dalam daftar vendor resmi dan tervalidasi di sistem
                (vendor master list).
            2.  Detective Control: Audit Trail Otomatis dan Analisis Anomali Harga
                Sistem harus mencatatIaktivitas secara lengkap (siapa yang menyetujui, kapan, kepada
                vendor siapa). Selain itu, sistem dapat mengidentifikasi harga beli yang menyimpang dari
                harga rata-rata historis atau dari vendor alternatif.


            Kesimpulan:
            Pengendalian internal yang kuat tidak hanya mencegah penyalahgunaan, tetapi juga
            menciptakan transparansi dan akuntabilitas. Sistem informasi terintegrasi dapat mendukung
            baik preventive maupun detective controls secara otomatis dan terdokumentasi.








             134                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak       135
   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147