Page 143 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 143

SISTEM INFORMASI
                 DAN PENGENDALIAN INTERNAL                                                                                                                                                                            LEMBAR JAWABAN


                 Esai

                 Soal 1.
                 Masalah: PT Saudagar Nusaraya mengalami  information overload, yaitu kondisi di mana
                 pengguna  menerima terlalu banyak informasi yang  melebihi kapasitas  pemrosesan,
                 mengakibatkan penurunan kualitas keputusan.


                 Solusi melalui sistem informasi:
                 A.  Penerapan Dashboard Eksekutif:
                     Sistem informasi harus memiliki  fitur dashboard interaktif yang menampilkan  key
                     performance indicators (KPI) secara  real-time dan ringkas. Misalnya: tingkat penjualan
                     IAI WEB VERSION
                     per cabang, rata-rata  lead time pengiriman, dan margin per produk. Data yang relevan
                     ditampilkan secara agregat, dengan opsi drill down jika diperlukan.

                 B.  Penerapan Sistem Alert & Exception Reporting:
                     Sistem hanya mengirimkan notifikasi untuk data yang menyimpang dari target atau batas
                     toleransi, sehingga manajer fokus pada data yang perlu tindakan, bukan membaca semua
                     laporan. Contoh: notifikasi otomatis jika penjualan di suatu cabang turun lebih dari 15%
                     dalam 7 hari terakhir.

                 Sistem informasi yang baik bukan hanya menyajikan data, tetapi juga menyaring dan
                 mengarahkan perhatian manajer ke informasi yang benar-benar penting dan  actionable.
                 Ini membantu mencegah overload dan meningkatkan kecepatan serta akurasi pengambilan
                 keputusan.
                 1.  Kelemahan:
                     A.  Tidak adanya sistem otorisasi pembelian yang efektif (weak preventive control)

                     B.  Tidak ada sistem deteksi transaksi abnormal, seperti harga di atas standar atau vendor
                        tidak sah (weak detective control)


                 Rekomendasi:
                 1.  Preventive Control: Implementasi Sistem Purchase Approval Berbasis Level Otorisasi

                     Pembelian hanya bisa dilakukan melalui sistem informasi pengadaan (procurement system)
                     yang menerapkan workflow otorisasi: misalnya, pembelian di atas Rp50 juta harus disetujui
                     manajer. Vendor juga harus masuk dalam daftar vendor resmi dan tervalidasi di sistem
                     (vendor master list).

                 2.  Detective Control: Audit Trail Otomatis dan Analisis Anomali Harga
                     Sistem harus mencatatIaktivitas secara lengkap (siapa yang menyetujui, kapan, kepada
                     vendor siapa). Selain itu, sistem dapat mengidentifikasi harga beli yang menyimpang dari
                     harga rata-rata historis atau dari vendor alternatif.

                 Kesimpulan:

                 Pengendalian internal yang kuat tidak hanya mencegah penyalahgunaan, tetapi juga
                 menciptakan transparansi dan akuntabilitas. Sistem informasi terintegrasi dapat mendukung
                 baik preventive maupun detective controls secara otomatis dan terdokumentasi.









                 134                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak                Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak        135
   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148