Page 19 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 19

SISTEM INFORMASI
                 DAN PENGENDALIAN INTERNAL



                 efisiensi operasional, keandalan pelaporan keuangan, dan kepatuhan terhadap peraturan
                 yang berlaku.


                 Pengendalian internal merupakan proses yang diterapkan untuk menyediakan keyakinan yang
                 memadai bahwa tujuan-tujuan pengendalian dapat dicapai.

                 Tujuan-tujuan pengendalian tersebut adalah:
                 1.  Menjaga aset:  mencegah atau mendeteksi  akuisisi yang tidak  terotorisasi, penggunaan
                     atau penghapusan.
                 2.  Memastikan  bahwa  laporan-laporan  yang  ada  mencatat  dan  melaporkan  aset-aset
                     perusahaan secara akurat dan wajar
                     IAI WEB VERSION
                 3.  Menyediakan informasi yang akurat dan andal.
                 4.  Menyiapkan laporan keuangan berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan.
                 5.  Mendorong tercapaikan kepatuhan-kepatuhan terhadap kebijakan-kebijakan manajerial.
                 6.  Kepatuhan terhadap peraturan dan hukum yang berlaku.

                 Pengendalian internal menjalankan tiga fungsi dasar yaitu:
                 1.  Pengendalian preventive (Preventive Controls)
                     Pengendalian ini bertujuan untuk mencegah agar masalah tidak  terjadi.
                 2.  Pengendalian deteksi (Detective Controls)

                     Pengendalian ini bertujuan untuk menemukan masalah yang timbul ketika masalah ini
                     belum dapat dicegah untuk tidak terjadi.
                 3.  Pengendalian koreksi (Corrective Controls)
                     Pengendalian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah maupun
                     memperbaiki keadaan ketika masalah telah terjadi.


                 Secara umum pengendalian internal dapat dikelompokan menjadi dua kategori yaitu:
                 1.  Pengendalian umum (general controls)
                     Merupakan pengendalian yang dijalankan untuk memastikan bahwa lingkungan
                     pengendalian pada tingkat organisasi berada pada keadaan yang stabil dan di kelola
                     dengan baik, misalnya keamanaan, infrastruktur teknologi informasi, pembelian perangkat
                     lunak, pengembangan serta perawatan.
                 2.  Pengendalian aplikasi (application controls)
                     Pengendalian ini dijalankan untuk memastikan bahwa transaksi diproses secara benar,
                     hal menjadi fokus dalam pengendalian ini adalah: keakuratan, kelengkapan, validititas
                     dan otorisasi dari data yang direkam, dimasukkan, diproses dan dikirimkan ke sistem
                     yang lain maupun yang dilaporkan.

                 Kerangka-kerangka kerja yang dapat digunakan untuk mengembangkan pengendalian internal
                 adalah COBIT, COSO dan COSO Enterprise Risk Management Framework.


                 Khusus untuk manajemen risiko, COSO mengembangkan  Enterprise Risk Management-
                 Integrated  Frame Work (ERM) yang prinsipnya dikembangkan dengan maksud untuk
                 meningkatkan proses-proses pengelolaan risiko (risk management). Dasar-dasar pengembangan
                 ERM ini adalah:





                 10                    Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24