Page 21 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 21
BAB 1: PENDAHULUAN
No. Elemen Penjelasan Mendalam
5. Value Menyoroti nilai atau manfaat yang bisa ditarik dari data. Tujuan utama Big
Data adalah menghasilkan wawasan (insight) yang dapat mendorong efisiensi
operasional, deteksi anomali, hingga prediksi performa bisnis. Profesi akuntan dan
auditor dituntut untuk mampu mengidentifikasi data yang relevan dan menyaring
noise dari informasi yang berguna.
1.4.2 Internet of Things (IoT)
IoT adalah jaringan perangkat fisik yang saling terhubung dan mampu mengumpulkan serta
bertukar data melalui internet. Perangkat ini membentuk jaringan perangkat fisik (devices),
IAI WEB VERSION
kendaraan, mesin, peralatan kantor, dan objek lain yang dilengkapi dengan sensor, perangkat
lunak, dan teknologi konektivitas lainnya yang memungkinkan dan perangkat tersebut
mengumpulkan, mengirim, menerima data melalui jaringan internet—tanpa intervensi
manusia secara langsung.
IoT bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga kemampuan berkomunikasi antar perangkat
(machine-to-machine/M2M) dan menghasilkan data real-time untuk mendukung pengambilan
keputusan otomatis.
No. Komponen Fungsi
1. Perangkat Sensor Mengumpulkan data fisik (suhu, tekanan, lokasi, getaran, suara, dll.)
2. Perangkat Edge Memproses sebagian data secara lokal sebelum dikirim ke cloud atau sistem
(microcontroller) pusat
3. Jaringan Menghubungkan perangkat ke internet menggunakan WiFi, Bluetooth,
Zigbee, atau 5G
4 Platform Cloud Tempat penyimpanan dan pemrosesan data skala besar secara terpusat
5. Aplikasi Pengguna Interface untuk mengontrol, memonitor, dan menganalisis hasil data dari IoT
(dashboard, notifikasi, alarm)
1.4.3 Blockchain
Blockchain adalah teknologi pencatatan digital (ledger) yang bersifat terdistribusi (distributed),
aman, transparan, dan bersifat imutabel (tidak dapat diubah), di mana setiap transaksi yang
terjadi dicatat dalam blok data yang saling terhubung secara kronologis melalui kriptografi.
Setiap blok berisi data transaksi, timestamp, dan hash dari blok sebelumnya. Hal ini membuat
setiap blok saling terkait seperti rantai (chain) yang sulit dimanipulasi tanpa memengaruhi
seluruh jaringan.
1.4.4 Cloud Computing
Cloud computing adalah model penyediaan layanan teknologi informasi melalui internet,
di mana sumber daya komputasi seperti penyimpanan data, server, jaringan, basis data,
dan perangkat lunak (software) dapat diakses secara on-demand dan dikelola oleh penyedia
layanan pihak ketiga. Hal ini memungkinkan organisasi untuk menggunakan sumber daya TI
secara fleksibel, skalabel, dan efisien tanpa harus membangun dan memelihara infrastruktur
fisik sendiri.
Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 13

