Page 20 - Sistem Informasi dan Pengendalian - Ikatan Akuntan Indonesia
P. 20

BAB 1: PENDAHULUAN



                   1.  Perusahaan dibentuk untuk memberikan value terhadap pemiliknya.
                   2.  Manajemen harus menetapkan sejauh mana ketidakpastian ingin diterima dalam
                       membentuk value.
                   3.  Ketidakpastian dapat meningkatkan risiko, yang mana kemungkinan suatu hal negatif terjadi
                       akan mengurangi kemampuan perusahaan untuk menghasilkan value bagi pemiliknya.
                   4.  Ketidakpastian dapat juga meningkatkan kemungkinan suatu hal positif terjadi yang akan
                       meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan value bagi pemilik.
                   5.  Kerangka kerja ERM dapat mengelola ketidakpastian, proses membuat dan menjaga value
                       bagi pemilik.
                     IAI WEB VERSION
                   ERM framework pada dasarnya dibuat berdasarkan risiko, yang memberikan tambahan kepada
                   kerangka pengendalian COSO terkait risiko. Selain dikendalikan, risiko dapat juga diterima,
                   dihindari, didiversifikasikan, disebarkan atau dipindahkan (accepted, avoided, diversifed, shared

                   atau transferred).

                   Saat ini perusahaan pada umumnya tidak dapat menghindari penerapan teknologi informasi
                   yang menjadi hal fundamental dalam mendukung, mempertahankan, mengubah cara
                   berbisnis, maupun mengembangkan bisnis hingga kebutuhan atas kepemimpinan baik dalam
                   perusahaan maupun teknologi informasi. Kepemimpinan dalam perusahaan dapat dicapai
                   dengan menerapkan tata kelola dalam perusahaan atau yang dikenal dengan  governance,
                   sementara untuk tataran teknologi informasi dikenal apa yang disebut dengan  information
                   technology governance.


                   Governance dalam perusahaan pada prinsipnya membentuk rangkaian tanggung jawab
                   dalam  perusahaan,  otoritas  dan  komunikasi,  serta  kebijakan,  standar,  pengukuran  kinerja  dan
                   pengendalian internal yang memandu semua komponen dalam perusahaan untuk menjalankan
                   peran dan memenuhi tanggungjawabnya. Kebutuhan atas governance sebagian didasarkan pada
                   adanya agency problem dalam perusahaan dimana hal ini ditimbulkan adanya pemisahan antara
                   kepemilikan perusahaan dan manajer sehingga manajer memiliki kesempatan untuk dapat
                   bertindak berdasarkan kepentingannya dibandingkan dengan kepentingan pemegang saham,
                   sehingga berdasarkan teori keagenan, kemungkinan pemegang saham berada pada pihak yang
                   dirugikan karena tindakan-tindakan atau keputusan yang diambil oleh manajer. Untuk dapat
                   mengurangi akibat buruk dari masalah keagenan ini maka ditetapkan beberapa hal seperti misalnya,
                   dewan direksi (untuk kasus Indonesia terdapat Dewan Komisaris dan Dewan Direksi) berperan
                   untuk mengawasi strategi perusahaan, struktur dan sistem yang berjalan untuk kepentingan
                   pemegang saham, adanya auditor eksternal yang memastikan keandalan dari laporan keuangan.
                   Selain itu juga ditetapkan adanya komisaris independen maupun komite audit.

                   Dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang menjadi unsur fundamental
                   perusahaan maka selain dari  corporate governance diperlukan juga information  technology
                   governance (IT  Governance), yang pada prinsipnya berfungsi untuk memastikan bahwa
                   sumberdaya  yang digunakan sesuai dengan risiko dan  manfaat yang akan diperoleh dalam
                   inisiatif dalam penerapan TI dan inisiatif tersebut sejalan dengan tujuan-tujuan organisasi,
                   atau dapat dikatakan bahwa IT  governance ada untuk memastikan bahwa fungsi-fungsi
                   teknologi informasi yang ada dalam perusahaan atau yang akan ada memang mendukung
                   dan meningkatkan pelaksanaan strategi dalam pencapaian tujuan-tujuan organisasi.






                   Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak         11
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25