Page 20 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 20

SISTEM INFORMASI
            DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI



            Beberapa hal yang menjadi pencetus IT Governance adalah: nilai bisnis dari penerapan TI,
            pengakuan dampak teknologi informasi serta kemampuan TI yang dapat digunakan menjadi
            faktor yang memungkinkan pelaksanaan corporate governance dan kepatuhan, maupun sebagai
            faktor yang memungkinkan pelaksanaan pengendalian internal secara baik.

            Profesi akuntan memiliki banyak peran dalam kaitannya dengan sistem informasi antara lain:
            1.  Auditors - Mengevaluasi pengendalian internal perusahaan dan memberikan opini terhadap
                laporan keuangan.
            2.  Manajer bagian Akuntansi – bertanggung jawab terhadap proses akuntansi  dalam
                perusahaan.
                IAI WEB VERSION
            3.  Bagian perpajakan – bertanggung jawab terhadap pelaporan dan pembayaran pajak
                perusahaan.

            4.  Konsultan – Melakukan analisis dan perancangan sistem informasi perusahaan.

            1.4  PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGARUHNYA
                 KE PROFESI AKUNTAN


            Perkembangan Teknologi Informasi ikut mengubah cara organisasi mengelola data, menjalankan
            proses bisnis, serta berinovasi. Penerapan teknologi informasi modern memberikan nilai
            tambah yang signifikan bagi organisasi, baik dari sisi efisiensi, keamanan, maupun kecepatan
            pengambilan keputusan.

            Lima inovasi utama yang mendorong transformasi digital saat ini adalah:

            Big Data Analysis

            Big Data merujuk pada kumpulan data dalam volume besar, kecepatan tinggi, dan beragam
            jenis (volume, velocity, variety) yang tidak dapat diolah dengan metode tradisional.


             No.       Elemen                               Penjelasan Mendalam
               1.      Volume     Mengacu pada jumlah data yang sangat besar, biasanya dalam skala  terabyte
                                  hingga petabyte. Dalam konteks akuntansi, ini mencakup data transaksi, log audit,
                                  invoice digital, dan data non-keuangan (seperti data perilaku pelanggan) yang
                                  terus bertambah dari waktu ke waktu.

               2.      Velocity   Menunjukkan kecepatan data dihasilkan, diproses, dan dianalisis secara real-time
                                  atau hampir  real-time. Contohnya: data penjualan yang masuk setiap detik dari
                                  ratusan cabang ritel yang harus segera ditangani untuk pengambilan keputusan
                                  harian.

               3.      Variety    Menunjukkan keragaman format data, tidak hanya data terstruktur (seperti tabel
                                  Excel atau database relasional), tapi juga data semi-terstruktur (misalnya XML,
                                  JSON) dan data tidak terstruktur (seperti email, gambar, video, atau rekaman
                                  suara).  Akuntan  kini  perlu  memahami  bagaimana  data  tidak  terstruktur  dapat
                                  dikaitkan dengan bukti audit atau perilaku pelanggan.
               4.     Veracity    Merujuk pada tingkat keakuratan, keandalan, dan kualitas data. Data yang besar
                                  tidak selalu bermanfaat jika mengandung banyak kesalahan, bias, atau duplikasi.
                                  Dalam  konteks  audit,  ini  sangat  penting  karena  veracity  berdampak  langsung
                                  pada kualitas laporan keuangan dan integritas informasi.









             12                    Hak Cipta   2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25