Page 59 - Sistem Informasi dan Pengendalian (2 Maret 2026)
P. 59
SISTEM INFORMASI
DAN PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AKUNTANSI BAB 4: SISTEM INFROMASI DAN PENGENDALIAN INTERNAL
TUJUAN PEMBELAJARAN:
1. Mengidentifikasi konsep dasar dan tipe pengendalian internal.
2. Mendiskusikan hubungan antara pengendalian internal, manajemen risiko, corporate governance
dan IT governance.
3. Menjelaskan dan mendiskusikan mengapa pengendalian berbasis teknologi informasi dan keamanan
sistem diperlukan.
4. Memahami kerangka pengendalian internal.
5. Membandingkan kerangka pengedalian internal.
6. Mengevaluasi risiko teknologi informasi terkini.
IAI WEB VERSION
4.1 PENDAHULUAN
Dalam tahun-tahun terakhir, makin banyak perusahaan yang mengalami kegagalan besar
dalam mengandalkan keamanan dan integritas sistem komputernya. Kegagalan tersebut
terjadi antara lain disebabkan karena:
1. Informasi tersedia di banyak pegawai.
2. Informasi dalam jaringan komputer yang terdistribusi sulit untuk dikendalikan.
3. Di perusahaan yang sudah mengintegrasikan sistem informasi perusahaan dengan
konsumen dan pemasok, baik perusahaan dan konsumen dan pemasok memiliki akses
ke data dan sistem satu sama lain, sehingga muncul masalah kerahasiaan informasi.
Dengan demikian, perlindungan terhadap data dan informasi perusahaan menjadi sangat
rentan dan seringkali tidak dilindungi dengan baik. Hal tersebut disebabkan karena:
1. Beberapa perusahaan menganggap kerugian atas informasi yang penting sangat kecil
untuk terjadi, sehingga tidak dianggap sebagai ancaman yang harus ditangani dengan
serius.
2. Dampak pengendalian dari perpindahan sistem yang tersentralisasi ke sistem yang berbasis
internet tidak sepenuhnya dipahami.
3. Banyak perusahaan yang belum menyadari bahwa informasi merupakan informasi yang
strategis sehingga perlindungan terhadap informasi memerlukan penanganan strategis.
Misalnya, suatu perusahaan kehilangan milyaran rupiah karena tidak melindungi transmisi
datanya. Akibatnya pelanggan dapat mencuri akses jalur komunikasi perusahaan dan
mencuri desain produk baru perusahaan.
4. Produktivitas dan tekanan biaya mendorong manajemen untuk mengabaikan mekanisme
pengendalian yang memerlukan waktu cukup lama.
Setiap kemungkinan kejadian yang berdampak buruk disebut ancaman (threat) atau kejadian
(event). Potensi kehilangan rupiah dari ancaman atau kejadian tersebut disebut dengan
eksposur atau dampak. Probabilita ancaman tersebut akan terjadi dinamakan kemungkinan
(likelihood) dari ancaman tersebut.
4.2 KONSEP DASAR PENGENDALIAN INTERNAL
Pengendalian internal adalah proses yang diterapkan untuk menghasilkan tingkat keyakinan
yang memadai agar tujuan pengendalian berikut dapat terpenuhi:
50 Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak Hak Cipta 2025 IKATAN AKUNTAN INDONESIA – Dilarang memfoto-kopi atau memperbanyak 51

